• KANAL BERITA

Hoax Terbanyak Terkait Politik dan Agama

foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur
foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemilihan kepala daerah dan presiden secara langsung terutama setelah Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun lalu, persebaran hoax semakin banyak. Anggota Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Farid Zamroni menyebut, berita hoax paling banyak persebarannya adalah terkait dengan isu politik yang disusul isu agama.

"Dulu hoax banyak didominasi oleh isu kesehatan. Semenjak Pilpres 2014 kemudian Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2019, banyak hoax terkait dengan isu politik dan agama," kata Farid dalam Focus Group Discussion 'Serangan Hoax Terhadap KPU di Jateng pada Pemilu Serentak 2019' di Kampus FISIP UIN Walisongo Semarang, kemarin.

Hoax isu politik, tidak hanya menyerang calon kepala daerah atau presiden secara personal dengan membeberkan latar belakang yang belum tentu diketahui kebenarannya. Tetapi juga berusaha mendelegitimasi kelembagaan KPU atau penyelenggara pemilu lainnya.

"Mudahnya masyarakat Indonesia membagi informasi yang didapat tanpa dilakukan filter dan dicari kebenarannya. Selain literasi rakyat Indonesia sangat rendah, sehingga sedikit sekali yang membaca secara utuh informasi di media," tuturnya.

Sementara Kanit II Subdit V Siber Ditkrimsus Polda Jateng, AKP Gunawan Wibisono mengatakan, agar masyarakat tidak langsung mempercayai unggahan-unggahan di media sosial. Saat ini penyebaran hoax sudah sangat canggih, tidak hanya melakukan editing narasi tetapi juga voice dan video.

"Screen capture sekarang juga bisa disunting sesuai keinginan, jika ingin memastikan kebenaran informasi bisa meminta link-nya. Jika link tersebut merujuk kepada situs media yang dapat dipercaya, kemungkinan besar benar," tambahnya.

Sementara Komisioner KPU Jawa Tengah, Diana Ariyanti menyatakan, banyak sekali hoax yang terkait dengan isu kepemiluan terutama peraturan mengenai pemilu. Hoax yang sempat membuat KPU kerepotan di antaranya mengenai tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos dan mengenai pemilih yang mempunyai e-KTP, bisa memilh di mana saja.


(Puthut Ami Luhur/CN40/SM Network)