• KANAL BERITA

"Menantang Bahaya" Demi Bantu Warga di Puncak Merapi

MULAI DIKERJAKAN: Dengan dibantu warga, sejumlah anggota TNI Kodim 0724/Boyolali mulai mengerjakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)
MULAI DIKERJAKAN: Dengan dibantu warga, sejumlah anggota TNI Kodim 0724/Boyolali mulai mengerjakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-106 di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)

TIDAK  bisa disalahkan jika ada yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0724/Boyolali di gelaran TMMD Reguler ke-106 dapat dikatakan "menantang bahaya" . Kenapa harus memilih Desa Sangup, Kecamatan Tamansari yang berada di puncak Gunung Merapi (hanya berjarak 4 Km dari puncak -Red) sebagai sasaran TMMD? Sementara jika ingin memilih aman, mestinya bisa saja memilih desa sasaran TMMD yang medannya tidak ekstrim. Dekat dengan Makodim.

Namun tampaknya banyak faktor yang melatar belakangi kenapa Kodim Boyolali memilih Desa Sangup yang warganya mengandalkan dari bercocok tanam itu sebagai sasaran bhakti sosial. Menurut Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav. Herman Taryaman, untuk menentukan desa sasaran TMMD Reguler ke-106 sudah melalui studi, survey yang matang, sehingga apa yang dilakukan TNI jajarannya di momen TMMD tersebut akan benar-benar bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. 

''Salah satu pertimbangan menentukan pilihan Desa Sangup sebagai sasaran, di antaranya  desa tersebut terletak di puncak Gunung Merapi sehingga dimungkinkan minim tersentuh pembangunan," kata dia.

Konsekuensinya, lanjut Dandim Herman, jarak desa sasaran dari Makodim cukup jauh. Belum lagi untuk menuju ke desa itu medannya cukup ekstrim sehingga membutuhkan energi lebih dan kehati-hatian tingkat tinggi untuk mensukses pelaksanaan TMMD yang secara resmi akan dibuka tanggal 2 Oktober 2019.

''Tidak apa-apa, ibarat kepalang basah, sekali berbuat untuk rakyat harus skala prioritas, artinya membantu rakyat yang benar-benar membutuhkan melalui gelaran TMMD,''  tandas Letkol Kav. Herman Taryaman.

Sangat Ekstrim

Untuk menuju Desa Sangup, desa sasaran TMMD Reguler ke-106 Kodim Boyolali, memang medannya benar-benar menantang. Harus melewati jalan sempit dengan turunan dan tanjakan yang tajam, sementara di kanan kiri jalan terdapat jurang yang curam. ''Ini tugas Komando, tentu kami harus penuh tanggung jawab untuk menyukseskannya. Meski medannya sangat ekstrim,'' ungkap Serda Iwan, salah satu anggota Satgas jurnalis TMMD lapangan.

Belum lagi, lanjut Serda Iwan, udara di Desa Sangup benar-benar dingin dan itu terasa sejak mulai pukul 15.00 WIB. "Meski matahari bersinar cerah, udaranya sangat dingin,'' paparnya.

Sementara itu Pasiter Kodim Boyolali, Kapten Inf. Kamami tidak membantah jika banyak tantangan saat menggelar TMMD Reguler di Desa Sangup adalah dinginnya udara.
''Selain untuk menuju desa itu medannya ekstrim, udaranya benar-benar dingin menyengat. Jika tidak ingin repot dan kedinginan untuk menginap di desa iatu harus membawa jaket yang tebal,'' ujar Kapten Kamami.

Padahal, lanjut Kapten Kamami, di TMMD reguler nantinya para prajurit anggota Satgas TMMD wajib tinggal di rumah-rumah warga desa sasaran. Dinginya udara di desa sasaran akan menjadi tantangan sendiri bagi para satgas TMMD saat tinggal di desa itu. Dijelaskan, soal dinginnya udara di desa sasaran TMMD sudah disosialisasikan kepada para prajurit Satgas TMMD, dan diharakan para prajurit nantinya  akan menyesuaikan kondisi alam yang ada.

Adalah Kepala Desa Sangup, Triyono dan warganya yang menyambut antusias pelaksanaan TMMD Reguler dari Kodim Boyolali itu. Menurutnya, semua anugerah tersendiri menyusul desanya dijadikan sasaran TMMD dimana nantinya akan banyak pembangunan baik fisik, maupun penyuluhan-penyuluhan.  ''Terimakasih Pak Tentara yang telah menjadikan desa kami sebagai sasaran TMMD, tentu nanti warga akan maksimal membantu, terlibat di semua kegiatan TMMD baik fisik maupun non fisik,'' paparnya.


(Urip Daryanto/CN26/SM Network)