• KANAL BERITA

RSUD Bung Karno Belum Melayani BPJS

Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno menata tempat tidur di ruang perawatan kelas III. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno menata tempat tidur di ruang perawatan kelas III. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Kendati Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno resmi beroperasi dan melayani kesehatan, Senin (23/9), namun belum bisa melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

"Semua calon pasien yang datang ke RSUD Bung Karno untuk sementara tetap kami perlakukan sebagai pasien umum. Kerja sama dengan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang dalam proses dan kami sudah mengajukan permohonan," kata Direktur RSUD Bung Karno, Wahyu Indianto.

Wahyu berharap sebulan ke depan pihaknya sudah bisa melayani pasien BPJS. Meski demikian dalam kondisi darurat RSUD tetap melayani peserta JKN-KIS. "Tapi layanan itu hanya bersifat gawat darurat. Jika kondisi pasien sudah stabil, maka pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit lainnya," ujarnya.

Dia mengakui, operasional RSUD Bung Karno molor dari target awal. Selain harus menunggu dasar hukum terkait teknis pelayanan rumah sakit, manajemen juga harus menuntaskan pengadaan obat dan peralatan medis lainnya.

"Kami gagal melelang obat sampai dua kali. Selain itu kami juga terkendala sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) versi terbaru, karena tidak semua peserta lelang bisa mengakses versi tersebut,’’ katanya.

Wahyu menambahkan, saat ini ketersediaan obat sudah memadai karena kami pinjam obat dan reagen dari RSUD Surakarta, sehingga pelayanan RSUD Bung Karno bisa dimulai.

Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Bung Karno, Bintang Setya Nusantara meyakinkan, RSUD Bung Karno sudah mengantongi rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna melayani pasien BPJS. "Sesegera mungkin kami selenggarakan pelayanan bagi pasien BPJS," jelasnya.

Sementara itu Kabid Pelayanan Medik RSUD Bung Karno, Novita Indriani mengatakan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), poliklinik, dokter spesialis anak, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, ICU/NICU/PICU siap melayani pasien.

Ruang rawat inap kelas I, kelas II dan kelas III berada di lantai III dan IV. ‘’Saat ini kami terus menata seluruh ruangan dan peralatan, namun sebagian ruang rawat inap itu sudah bisa menampung pasien. Total ada 82 bed bisa dipakai," jelas dia.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)