• KANAL BERITA

Resmi Dimulai, Jalan Lingkar Sarang Berkontrak Rp 16,3 Miliar

Kawasan TPI Sarang yang terletak di Desa Bajing Medoro akan menjadi titik awal pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Sarang yag dimulai bulan ini. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Kawasan TPI Sarang yang terletak di Desa Bajing Medoro akan menjadi titik awal pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Sarang yag dimulai bulan ini. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pembangunan Jalan Lingkar Sarang secara resmi dimulai. Surat Perintah Kerja (SPK) sudah dikeluarkan untuk pemenang lelang, PT Kokoh Prima Perkasa sejak Jumat (20/9) lalu. Rekanan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) beserta warga dan santri, Senin (23/9) menggelar syukuran di lokasi, sebagai tanda dimulainya pekerjaan.

Proyek yang sejatinya memiliki pagu anggaran Rp 20 miliar itu akhirnya dimenangkan oleh PT Kokoh Prima Perkasa dengan nilai kontrak Rp 16,3 miliar. Nilai kontrak jalan beton tersebut turun jauh dari harga perkiraan.

Doa bersama digelar sebagai harapan agar pelaksanaan proyek bisa berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, proyek prestisius ini diharapankan bisa selesai tepat waktu.

PPKom Jalan Lingkar Sarang, Wahyu Dinas Prihantanto menyatakan, turunnya harga kontrak dibandingkan dengan perkiraan harga tidak akan memengaruhi kualitas proyek. Sebab, berbagai pihak yang berkompeten di bidangnya.

Ia menyebutkan, Jalan Lingkar Sarang dibangun dengan panjang mencapai 1,7 kilometer. Titik mulanya adalah kawasan TPI Sarang hingga ke Desa Temperak di depan kawasan Jembatan Timbang.

Jalan Lingkar Sarang yang dibangun tahun ini keseluruhan berupa beton. Di masing-masing sisi jalan akan diberi bahu jalan beton setengah meter. Sehingga, total lebar badan dan bahu jalan mencapai 8 meter.

Kendaraan dari Pantura nanti akan masuk ke arah jalan lingkar dari jembatan yang berada di barat Mapolsek Sarang. Dari arah barat sebelum TPI Sarang, kondisi jalan beraspal dan merupakan aset dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan).

“Proyek didukung oleh berbagai pihak, termasuk penyedia beton. Harga kontrak juga masih wajar. Kami berharap pengerjaan ini bisa sesuai dengan spesifikasi pada perencanaan. Pengerjaan dilakukan simultan dari dua arah, menyesuaikan gelombang pasang,” terang Wahyu.

Ia mengungkapkan, untuk jembatan yang menjadi penghubung antara jalan di wilayah Karangmangu dan Temperak direncanakan akan dibangun pada tahun depan. Anggaran sudah diusulkan untuk jembatan tersebut sebesar Rp 9,1 miliar.

Seorang warga Sarang Meduro, Hadirin mengaku senang atas rencana pembangunan jalan tersebut. Sebab, saat Pantura Sarang tersendat kendaraan tetap bisa melintas melalui jalan lingkar yang dibangun.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)