• KANAL BERITA

Jauhar Awaludin Kawal Program Bedah Rumah di Kecamatan Tembalang

MENINJAU: Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Jauhar Awaluddin (kiri) saat meninjau program BSPS atau bedah rumah di salah satu rumah warga. (suaramerdeka.com / dok)
MENINJAU: Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PKS, Jauhar Awaluddin (kiri) saat meninjau program BSPS atau bedah rumah di salah satu rumah warga. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 19 unit rumah di wilayah Tembalang-Candisari, Semarang mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah. Anggota DPRD Kota Semarang fraksi PKS, Jauhar Awaluddin mengatakan program BSPS merupakan program pemerintah pusat untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia.

“Ini program pemerintah pusat, kalau untuk Dapil III, program ini sudah hampir selesai, rata-rata setengah jadi, untuk Tembalang 17 rumah, Candisari 2 rumah,” ujarnya saat melakukan pendampingan ke rumah warga, belum lama ini.

Jauhar mengatakan tiap rumah mendapat bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) sebesar Rp 17,5 juta. Dengan rincian bahan bangunan Rp 15 juta dan biaya tenaga kerja Rp 2,5 juta.

Adapun dalam program ini pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, namun berupa bahan bangunan. Sebelumnya 19 rumah tersebut telah lolos verifikasi dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang. “Program ini sangat baik, dengan anggaran Rp 17,5 juta per rumah diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tinggal di rumah yang sederhana tetapi layak huni,” tambahnya.

Sebagai informasi, program BSPS adalah program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada tahun 2019 ini PUPR  menjalankan program BSPS  atau program bedah rumah dengan anggaran Rp 4,28 triliun. Total, PUPR memperbaiki rumah tidak layak huni (Rutilahu) sekitar 206 ribu unit yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2019 ini.

 


(Jati Prihatnomo/CN26/SM Network)