• KANAL BERITA

Perusahaan Didorong Rekrut Penyandang Disabilitas

UNJUK KEBOLEHAN: Sejumlah penyandang disabilitas intelektual unjuk kebolehan kesenian kuda kepang di halaman Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Temanggung, belum lama ini.
UNJUK KEBOLEHAN: Sejumlah penyandang disabilitas intelektual unjuk kebolehan kesenian kuda kepang di halaman Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Temanggung, belum lama ini.

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial Republik Indonesia Margowiyono mendorong perusahaan dapat merekrut penyandang disabilitas untuk menjadi karyawan perusahaannya. "Kementerian Sosial meminta agar setiap perusahaan yang merekrut, bisa membantu menyiapkan sarana pendukung serta memperhatikan kondisi kecacatan sesuai bidang kerja di mana penyandang disabilitas tersebut akan ditempatkan," ujarnya.

Dia menyebutkan, pihaknya terus berupaya agar penyandang disabilitas bisa diterima bekerja di unit-unit usaha di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga. Saat ini, kata dia sudah ada sekitar 300-an penyandang disabilitas yang disalurkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan, antara lain ke Burger King dan PT Bijak. Terkait rekrutmen tersebut, pihak Kemensos juga sudah melakukan persiapan dan seleksi sesuai kemampuan tiap disabilitas.

"Pihak perusahaan harus menjamin aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, misalnya penyandang tuna netra tidak mungkin ditempatkan di bagian administrasi karena hambatan pada kondisi fisiknya," beber dia. Hal itu juga diamini Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Temanggung, Murhardjani. Dia menyebut, jumlah penyandang disabilitas intelektual yang diterima bekerja terus meningkat.

Dijelaskan dari tahun ke tahun jumlahnya terus mengalami peningkatan. Di tahun 2016 jumlah penyandang disabilitas intelektual yang diterima bekerja baru tiga orang saja, namun saat ini jumlahnya sudah mencapai 32 orang. “Setiap tahun terus mengalami peningkatan, dari tiga orang kemudian delapan orang dan saat ini jumlahnya sudah mencapai 32 orang penyandang disabilitas intelektual yang bekerja,” ungkapnya di Aula BBRSPDI Kartini Temanggung.

Dia menyebutkan sebanyak 32 penyandang disabilitas ini bekerja di rumah makan Kledung Pas, sejumlah perusahaan kayu lapis dan perusahaan swasta lainnya. Sejak dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di BBRSPDI Kartini Temanggung, dirinya sudah bercita-cita untuk semakin meningkatkan jumlah penyandang disabilitas yang bisa bekerja di sektor formil. “Paling tidak bisa bekerja di pabrik, atau sektor formil lainnya," akunya.

Tentunya, perusahaan yang memiliki lowongan pekerjaan sesuai dengan bakat dan ketrampilan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas. Untuk tahun ini, kata dia jumlahnya lumayan banyak perusahaan yang sudah membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk magang kerja di perusahaan itu. Harapannya setelah melakukan magang bisa langsung diterima di perusahan. “Sekitar ada sepuluh perusahaanm seperti rumah makan, garmen, CV dan yang lainnya,” katanya.

Kondisi saat ini ada 150 penerima manfaat yang menjalani pelatihan keterampilan selama enam bulan kedepan. Antara lain akan mendapat terapi sosial, modal kehidupan, bantuan bertujuan, sosial care, dan family suport. Bimbingan keterampilan yang diperoleh seperti pembuatan gerabah, keset, menjahit, batu paving blok dan batik ciprat. "Kami siapkan mereka dalam enam bulan, target setelah ke masyaraat secara sosial mereka sudah mampu bergaul dengan masyarakat sekitar," ujar dia.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)