• KANAL BERITA

PBNU Instruksikan agar Umat Islam Shalat Istisqa

Atasi Kabut Asap dan Kekeringan

MURID NASIMA BERDOA MINTA HUJAN: Dipandu Ustaz Musiyono SPdI ratusan murid SD Nasima melaksanakan seruan dan instruksi dari PBNU agar shalat istisqa dan berdoa minta hujan kepada Allah swt supaya hujan diturunkan-Nya ke seluruh wilayah Indonesia. SM/Agus Fathuddin
MURID NASIMA BERDOA MINTA HUJAN: Dipandu Ustaz Musiyono SPdI ratusan murid SD Nasima melaksanakan seruan dan instruksi dari PBNU agar shalat istisqa dan berdoa minta hujan kepada Allah swt supaya hujan diturunkan-Nya ke seluruh wilayah Indonesia. SM/Agus Fathuddin

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU) se-Indonesia agar melaksanakan shalat minta hujan atau shalat Istisqa. 

 

Surat nomor 3700/C.I.34/09/2019 tanggal 16 September ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Yahya Cholil Syaquf, Ketua Umum Prof Dr Said Aqil Siroj MA dan Sekjen Dr Ir HA Helmy Faishal Zaini. Surat tersebut juga ditujukan kepada Pengurus Lemb aga dan Badan Otonom NU serta asosiasi pesantren di bawah Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) se-Indonesia.

‘’Warga Nahdliyyin kami instruksikan agar segera melaksanakan shalat istisqa di tempat masing-masing agar musibah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan akibat kelangkaan hujan di berbagai daerah di Indonesia segera diatasi. Tidak ada cara lain kecuali kita bermunajat dan mendekat (taqarrub) kepada Allah,’’ kata Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, kemarin.

Sementara itu dalam rangka melaksanakan instruksi PBNU dan wujud solidaritas dan empati sesama anak bangsa atas musibah yang terjadi di beberapa daerah, Sekolah Nasima secara serentak menggelar shalat Istisqa, Rabu kemarin (18/9).  

Shalat Istisqa adalah shalat sunah yang dilakukan untuk meminta kepada Allah swt agar segera diturunka hujan. Shalat tersebut biasanya  dilakukan bila terjadi kemarau panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan tertentu. ‘’Dengan turunnya air hujan, diharapkan kebakaran hutan yang terjadi bisa padam dan membuat udara kembali bersih dari asap kebakaran,’’ kata Ketua Dewan Pembina YPI Nasima KH Khanief Ismail Lc.

Sekitar 200 murid SD Nasima menggelar shalat Istisqa di halaman sekolah Jalan Puspanjolo Selatan 53 Kota Semarang. Secara beramaan, sekitar 350 murid SMP Nasima juga menunaikan kegiatan yang sama di kampus Jalan Trilomba Juang 1 Kota Semarang. Sementara dua ratusan murid dan guru SMA Nasima menggelarnya di lapangan basket sekolah Jalan Yos Sudarso 17 Arteri Utara Kota Semarang. Mereka melaksanakan shalat Istisqa setelah shalat duha yang sudah menjadi rutinitas setiap hari.

Prihatin

“Kami, warga Sekolah Nasima turut prihatin atas bencana kekeringan yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Keadaan menjadi semakin parah dengan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap menyebabkan gangguan kesehatan dan lalu lintas. Banyak sekolah yang terpaksa libur karena bencana kabut asap. Selain sebagai bentuk solidaritas sekaligus melaksanakan instruksi PBNU,” kata Wakil Kepala SD Nasima Bidang Kesiswaan, TY Raharja SPd. 

Menurutnya, anak-anak perlu dibangun empatinya terhadap kondisi bangsa. “Pendidikan karakter nasionalis agamais bisa kami tanamkan secara kontekstual melalui kegiatan salat Istisqa ini,” tambah Raharja.

Sebelum pelaksanaan shalat, anak-anak dipancing komentarnya tentang bencana yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Hampir semua berkomentar tentang kekeringan, karhutla, dan kabut asap. Setelah itu dijelaskan tentang bagaimana kita bersikap sebagai warga negara Indonesia dan umat muslim. 

Sikap positif itu antara lain tetap sabar, selalu berdoa kepada Tuhan, dan berbagi kepada mereka yang sedang kesusahan. Tata cara shalat Istisqa dijelaskan sebagai tambahan pengetahuan dan praktik ibadah kepada anak-anak.

Ustaz Musiyono SPdI menjadi imam dan khatib ssalat Istisqa di SD Nasima. “Setiap musibah kebanyakan disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri. Oleh karena itu, mari kita istighfar kepada Allah agar diampuni segala kesalahan-kesalahan kita. Mari kita terus berdoa memohon pertolongan Allah agar kebakaran yang ada di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan lainnya bisa padam dengan diturunkannya hujan,” kata Musiyono. 

Dia juga mengajak anak-anak untuk memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan di sekujur Indonesia, terutama daerah-daerah yang dilanda kekeringan hebat.

MURID NASIMA SHALAT ISTISQA: Murid SMP Nasima melaksanakan shalat Istisqa (minta hujan) diimami Ustaz H Habiburrafiq SPdI Alhafidz. Shalat dilaksanakan di halaman sekolah, Jl Trilomba Juang 1 Semarang. Mereka meminta kepada Allah untuk menurunkan hujan di Indonesia yang dilanda kekeringan, karhutla, dan kabut asap (18/9).

Menjaga lingkungan

Shalat Istisqa di SMP Nasima diimami ustaz H Habiburrofiq SPdI Alhafidz. Sedang sebagai khatib ustaz H Muhammad Arifin SAg. Dalam khotbahnya, khatib berpesan agar semua warga Indonesia segera bertaubat atas segala kesalahan dan dosa serta berniat untuk memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh. Mengisi kehidupan dengan nilai-nilai ketaqwaan, sehingga Allah swt mengirimkan rahmat-Nya berupa hujan ke bumi kita.

“Kemarau panjang, kekeringan hingga kebakaran hutan sesungguhnya ulah kita yang serakah memperlakukan alam. Karena itu, bertaubat secara sungguh-sungguh dan memperbaiki diri adalah satu-satunya jalan agar kita kembali memperoleh rahmat-Nya,” tambah Arifin.

Ajakan menjaga lingkungan alam sebagai anugerah Tuhan menggema dalam khotbah shalat Istisqa di lapangan SMA Nasima. Ustaz M Yusuf Al Farouq MPdI Alhafidz  yang menjadi imam dan khatib menyampaikan,  keserakahan manusia dan kecerobohan dalam mengelola alam menjadi faktor penyebab utama terjadinya bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. 

“Setelah bertobat dan berniat untuk memperbaiki diri, maka langkah nyata perlu dilakukan untuk melestarikan lingkungan, tidak berbuat kerusakan, dan menggunakan segala sesuatu yang ramah lingkungan,” kata Al Farouq.


(Agus Fathuddin/CN34/SM Network)