• KANAL BERITA

5,5 Hektare Lahan Gunung Sumbing di Temanggung Terbakar

134 Pendaki Dievakuasi di BC Banaran

ASAP MENGEPUL : Kepulan asap tampak mengepul dari Lereng Gunung Sumbing tepat di atas Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang, Minggu (22/9) pagi.
ASAP MENGEPUL : Kepulan asap tampak mengepul dari Lereng Gunung Sumbing tepat di atas Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang, Minggu (22/9) pagi.

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kebakaran lahan hutan terjadi di Lereng Gunung Sumbing masuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara, Minggu (22/9) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, kebakaran terjadi sejak pukul 03.00. Awalnya api berkobar di Petak 27/7, kemudian meluas hingga Petak 23/3.

Hingga sore hari petugas gabungan dari unsure BPBD, Polisi, TNI, SAR serta masyarakat terus berupaya melakukan penyekatan dan pemadaman. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, hingga pukul 15.20 sore, pihaknya mencatat luasan lahan hutan di Lereng Gunung Sumbing yang terbakar mencapai 5,5 hektare.

Lahan yang terbakar berada di Petak 23/3 dan Petak 27/7 Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Kemloko Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Temanggung, tepatnya di atas Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang, Temanggung. "Kami mendapat informasi kebakaran hutan di Lereng Gunung Sumbing itu terjadi pada hari Minggu (22/9) sekitar pukul 03.00," ujarnya kepada Suara Merdeka, Minggu (22/9) sore.

Dikatakan, pihaknya mendapat laporan dari pihak Perhutani mengenai adanya bencana kebakaran lahan di Petak 27-7 RPH Kemloko BKPH Temanggung, tepatnya di atas Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang. Dalam kebakaran hutan tersebut, yang terbakar adalah jenis vegetasi semak dan ilalang. "Sebelumnya, titik asap terlihat kemarin (Sabtu (21/9) sore," beber Gito Walngadi.

Setelah dilakukan pemantauan dan observasi lokasi oleh personel Base Camp (BC) Banaran Kecamatan Tembarak pada Sabtu petang api sudah tidak terlihat lagi. Akan tetapi, pada Minggu (22/9) pagi, sekitar pukul 03.00 api terlihat membesar dari BC Banaran. Sebanyak 134 pendaki yang melakukan pendakian akhirnya harus dilakukan evakuasi melalui Jalur Banaran Desa Banaran Kecamatan Tembarak.

"Pada hari Minggu ini telah dilakukan pemantauan gabungan personil antara lain BPBD, Perhutani, Polsek dan Koramil di  Rumah Dinas Perhutani RPH Kemloko.
Perkembangan di lapangan api sudah merembet membakar area Petak 23-3 dengan jenis vegetasi rimba campur.
Kerusakan material yakni Petak 27-7 RPH Kemloko jenis vegetasi semak dan ilalang serta Petak 23-3 jenis vegetasi rimba campur," beber dia.

Atas kejadian tersebut, upaya yang dilakukan BPBD yakni melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan Perhutani, Polsek dan Koramil. Kebutuhan mendesak atas kejadian tersebut, yakni pengerahan personel guna melakukan pemadaman api. Ditanya mengenai dugaan kebakaran, pihaknya belum bisa memberikan keterangan karena petugas masih fokus dalam upaya pemadaman api serta upaya penyekatan agar api tidak makin meluas.


(M Abdul Rohman/CN34/SM Network)