• KANAL BERITA

Produktivitas Bawang Putih Tawangmangu Super G3 Capai 20,48 Ton/Hektare

Panen bawang putih varietas Tawangmangu Super G3 di Dukuh Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Panen bawang putih varietas Tawangmangu Super G3 di Dukuh Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

POTENSI bawang putih di Kabupaten Karanganyar cukup besar, dengan luas panen 272 hektar (Ha) kemampuan produksi mencapai 1.677,9 ton. Komoditas pertanian itu dikembangkan di Kecamatan, Tawangmangu, Jenawi, Jatiyoso, dan Ngargoyoso.

Selain itu bawang putih dari lereng Gunung Lawu tersebut, khususnya varietas Tawangmangu Baru, rata-rata produktivitasnya lebih tinggi, yakni ±12 ton per Ha, dibanding produktivitas varietas lokal lainnya yang berada di kisaran 8-10 ton per Ha. Dan dari cita rasa, varietas Tawangmangu Baru dinilai lebih unggul (lebih pedas) dibanding bawang putih kating yang diimpor dari Tiongkok.

Namun demikian, varietas Tawangmangu Baru ini juga mempunyai kelemahan, yaitu kurang adaptif terhadap kelembaban yang tinggi atau kurang tahan terhadap curah hujan lebih tinggi, dan rentan terhadap penyakit.

Uji coba bawang putih Tawangmangu Super oleh Kelompok Taruna Tani “Tani Maju” di Dukuh Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu yang difasilitasi kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo dan bekerja sama dengan IPB itu, saat ini memasuki generasi ketiga (G3) dengan jumlah bibit yang ditanam 63,5 kg bibit pada demplot seluas 800 M2.

Sebelumnya, secara umum, hasil percobaan bawang putih varietas Tawangmangu Super pada generasi pertama (G1) dan generasi kedua (G2) menunjukkan peningkatan, baik dari aspek produktivitas, dimensi, dan kondisi fisik lainnya. Seperti peningkatan ukuran karakter vegetatif, daun dan umbi, jumlah anakan yang semakin banyak, jumlah bunga dan biji yang lebih banyak, ketahanan terhadap penyakit, serta keseragaman tumbuh yang lebih baik.

Nah, ujicoba penanaman bawang putih Tawangmangu Super G3 yang sebelumnya disaksikan perwakilan BI Solo dan para awak media beberapa waktu lalu itu, kini mulai dipanen. Secara simbolis, panen dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Pemerintah dan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Tawangmangu, beberapa waktu lalu.

Secara umum, hasil panen menunjukkan peningkatan dibanding generasi sebelumnya, dimana produktivitas cabut basah pada G1 sebesar ±6,6 ton per Ha, G2 ±15,6 ton per Ha, dan G3 meningkat menjadi 20,48 ton per Ha.

Ketua Kelompok Taruna Tani “Tani Maju” Bejo Supriyanto mengatakan, hasil panen bawang putih varietas Tawangmangu Super generasi ketiga atau G3 ini tetap akan dijadikan bibit pada musim tanam selanjutnya hingga diperoleh hasil optimal, sebelum dibudidayakan secara massal.

"Bibit bawang putih varietas Tawangmangu Super generasi ketiga atau G3 ini juga dikembangkan di berbagai tempat di Jawa Tengah yang mempunyai struktur tanah dan musim yang sama," kata Bejo.

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Solo, Bambang Pramono mengatakan, penggalakan kembali produksi bawang putih lokal merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi dengan meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Ke depan diharapkan, keberadaan bawang putih lokal yang selama ini dianggap kurang berkualitas dibanding bawang putih impor dapat diluruskan melalui pengembangan varietas bawang putih unggul berdasarkan kualitas produk, fisik, dan harga bersaing.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, bawang putih merupakan salah satu komoditas penyumbang terbesar inflasi nasional.Selain itu, komoditas pertanian tersebut juga memberi kontribusi pada defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

"Tingkat konsumsi bawang putih nasional di 2018 mencapai 482.180 ton, tapi kemampuan produksi hanya 19.513 ton, sehingga sekitar 95 persen kebutuhan konsumsi bawang putih dipenuhi melalui impor," pungkasnya.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)