• KANAL BERITA

Eiger Justru Perkuat Penjualan Offline

foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Eiger tak menampik tren e-commerce yang semakin berkembang. Hanya saja, produsen alat petualangan itu memilih tak mau terbawa arus. Sebaliknya, mereka justru memperkuat penjualan onlinenya yang dianggap masih jadi nilai plus.

Keyakinan itu terjejak dari rencana perusahaan yang berbasis di Bandung ini yang akan semakin melebarkan sayapnya melalui pembukaan banyak toko di banyak wilayah hingga 2020.

"Posisi kita sekarang ada 17 toko, hingga akhir tahun ini, kita targetkan bisa bertambah menjadi 200 toko. Tahun depan, kita ingin sudah ada 250 toko," kata Head of Marketing Division, Harimula Muharam, di sela-sela pembukaan Eiger  Adventure Flagship Store Jatinangor, Kabupaten Sumedang, akhir pekan lalu.

Dijelaskan, bukan tanpa alasan perusahaan memperkuat jalur offline. Salah satunya kekhasan produk yang ditawarkan plus komunitas yang menjadi komponen penting dalam strategi pemasaran sekali pun mereka adalah generasi milenial.

"Bukan apa-apa, produk yang kami tawarkan itu bersifat teknikal. Apalagi itu menyangkut harga yang tak sedikit. Karenanya pertimbangan spek ini yang tak bisa diabaikan terutama kenyaman saat digunakan," katanya.

Managing Director Eiger, Christian Sarsono menambahkan bahwa alat petualangan identik dengan nilai produk. Untuk mengetahuinya, di antaranya tak bisa dilepaskan dari interaksi penggunanya.

"Experience ini yang tak bisa dipenuhi oleh online. Karena ini kan berarti membangun sebuah relasi dan berkembang dalam komunitas yang kemudian menjadi kekuatan kami," jelasnya.

Karena itu desain flagstore yang dibangun itu tak sebatas sebagai tempat transaksi jual beli namun berfungsi pula sebagai tempat berinteraksi antara konsumen. "Menjadi tempat hang out," kata Harimula, sambil menyebut pasar potensial yang merupakan generasi milenial.

Meski demikian, Harimula menyebut bahwa perusahaan tetap akan mengoptimalkan pasar online. Mereka akan memadukannya sebagai suplemen dari kekuatan offline yang memang sudah jadi nilai plus.

"Saling mendukung saja. Jika ada pembeli di toko yang minta diantarkan ke titik tertentu kita layani. Demikian pula mereka yang membeli online, tapi ingin cepat dapat barangnya, kita akan optimalkan toko kita yang terdekat untuk melayaninya," katanya.


(Setiady Dwi/CN40/SM Network)