• KANAL BERITA

TMKDII, 54 Mahasiswa Ikuti Workshop Seni Tempa Pamor Keris

Digelar Mahasiswa Prodi Keris dan Senjata Tradisional FSRD ISI Surakarta

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Mahasiswa Prodi Keris dan Senjata Tradisional FSRD  ISI Surakarta menggelar workshop Seni Tempa Pamor Keris dalam rangka TMKDII ( Temu Karya mahasiswa Desain Interior Indonesia ), dengan Tema " magis".

Workshop yang menyajikan seni tempa pamor keris itu digelar di Besalen Keris FSRD ISI Surakarta, Rabu (18/9) lalu, diikuti 54 mahasiswa semester 3 dan 5, Prodi Desain Interior 27 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Mereka sangat mengapresiasi serta antusias ingin belajar mengetahui tentang proses pembuatan keris secara langsung.

"Tujuan kegiatan ini untuk memberi pengetahuan dan ketrampilan tentang proses pembuatan keris terutama pada proses pembuatan pamor dengan teknik tempa panas dengan suhu sekitar 1.500° Celcius di besalen keris," kata Kuntadi Wasi Darmaja, S.Sn., M.Sn selaku Kaprodi Keris dan Senjata Tradisional.

Tema "magis " ini memiliki makna bahwa keris merupakan karya seni adiluhung yang mengandung nilai estetika dan filosofis yang cukup dalam yang di dalamnya memuat sebuah tuntunan, tontonan dan tatanan bagi kehidupan masyarakat pendukungnya.

"Sehingga kehadiran keris sebagai karya seni memiliki daya magis yang ada kekuatan sebuah magnet atau daya tarik bagi masyarakat untuk mengapresiasi keris, mulai dari proses pembuatan hingga karya keris jadi," ujar Kuntadi.  

Materi lain adalah pameran keris dari karya mahasiswa yang digelar di ruang pameran  gedung Kriya dengan menampilkan berbagai dhapur keris Tilam Upih dengan Pamor Wengkon, Pasopati Tinatah Melati Mekar, Tilam sari Pamor Ron Genduru, Bethok Tinatah kalpataru Panca Satya, dhapur Pendawa Luk Lima Pamor Toya Mambeg, dan dhapur dengan pamor yang lain.

"Tujuan lain dari kegiatan ini selain mengenalkan seni tempa pamor keris kepada mahasiswa Desain Interior dari 27 Perguruan Tinggi se Indonesia, adalah untuk media promosi dan publikasi akan kompetensi mahasiswa keris dan senjata tradisional kepada masyarakat luas," tandasnya.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)