• KANAL BERITA

Bupati Wihaji Apresiasi PMI Batang

Terdepan dalam Kegiatan Kemanusiaan

Bupati Batang, Wihaji, dalam rangka HUT PMI ke 74, memberikan piagam penghargaan kepada 31 Donor Darah Sukarela (DDS) yang telah menyumbangkan darahnya selama 25 tahun. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang, Wihaji, dalam rangka HUT PMI ke 74, memberikan piagam penghargaan kepada 31 Donor Darah Sukarela (DDS) yang telah menyumbangkan darahnya selama 25 tahun. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG,suaramedeka.com - Bupati Batang, Wihaji, mengapresiasi Palang Merah Indonesia (PMI) Batang dalam kegiatan kemanusiaan dan selalu menjadi yang terdepan saat memberikan pertolongan serta tanggap darurat bencana.

"PMI selalu cepat hadir ketika ada masalah kemanusiaan, tidak hanya bencana longsor dan banjir atau bencana lainnya, tapi jiwa kemanusiannya untuk menolong sudah merambah ke masalah orang miskin," kata Wihaji, saat membuka kegiatan Pelatihan Water dan Vertikal Rescue bagi relawan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka HUT PMI ke 74 di pantai Ujungnegoro, Kandeman, Batang Sabtu, (21/9).

Masalah kemiskinan sekarang, kata Wihaji, juga mendapat perhatian PMI. Seperti bedah rumah tidak layak huni, permasalah stunting atau gizi buruk ikut dalam program kemanusiaan yang ditangani PMI Batang.

"Saya terima kasih kepada PMI Batang yang memiliki kecepatan dan kepedulian dalam penanggulangan bencana, dan selamat HUT PMI ke 74 semoga bisa melayani kemanusiaan dengan cepat dan baik," ucap Wihaji.

Bupati juga berharap kepada relawan yang mengikuti kegiatan pelatihan water dan vertical rescue untuk mengikuti dengan seksama, agar dalam penanganan bencana bisa cepat dan meminimalisasi korban.

"Relawan harus memiliki niat kemanusiaan, jangan ada ego sektoral, harus bersinergi dan harus ada koordinasi dengan BPBD, mau pun PMI," kata Wihaji.

Ia juga meminta kepada PMI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang terus melakukan pelatihan penanggulangan bencana bagi relawan, walau pun tidak ada bencana.

Ada bencana mau pun tidak, tegas Bupati, relawan harus dilatih, sehingga selalu siap dan tangguh bencana serta lebih profesional sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana mau pun SOP rescue," pinta Wihaji.

Menyinggung masalah stunting yang cukup tinggi, yakni sekitar delapan persen di Batang, Wihaji mengatakan, hal itu juga terjadi di daerah lain, tidak cuma di Batang. Kasus stunting, ungkap Wihaji, terjadi akibat berbagai faktor, antara lain ekonomi, atau kurang pahamnya si ibu dalam merawat anaknya, sehingga si bayi mengalami kekurangan asupan gizi.

“Oleh karena itu, saya minta kepada Dinas Kesehatan, dalam hal ini adalah bidan desa, untuk rajin nginceng atau memonitor setiap ibu hamil hingga melahirkan dengan selamat. Juga giat memberikan penyuluhan terkait dengan asupan gizi bagi keperluan si bayi,” tutur Bupati.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Batang Achmad Taufiq menambahkan, dalam kegiatan HUT PMI Ke 74 yang diikuti 350 peserta, ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Antara lain, Pelatihan Water dan Vertical Rescue bagi relawan, simulasi bencana, pencanangan 2.019 pohon sepanjang 2.019 meter sempadan pantai. Pemberian paket Stunting untuk 70 orang dan penghargaan relawan,

"Pelatihan Water dan Vertical Rescue untuk peningkatan kesiapsiagaan bencana dengan peningkatan keterampilan dan keahlian relawan bencana. Membangun pengetahuan yang memadai tentang kebencanaan pada masyarakat, dunia pendidikan, Lembaga Swadaya Masyarakat serta korporasi turut aktif dalam kepedulian terhadap pengentasan stunting," kata Achmad Taufiq.

Ia juga berharap kegiatan Pencanangan 2019 Pohon Pantai untuk 2019 meter sempadan pantai diharapkan agar masyarakat turut aktif melakukan restorasi kawasan pesisir yang terpadu, terarah dan berkelanjutan.


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)