• KANAL BERITA

Bupati Batang Ajukan Permohonan Perubahan Status Jalan Nasional

Bupati Batang, Wahaji (depan-pakai topi) dan Wakil Bupati, Suyono (tengah) bersama Kepala Bagian Humas Triossy Juniarto dan sejumlah Kepala OPD terkait, ketika memeriksa bangunan toko bercat biru, bertuliskan"Dijual", di ruas jalan Jenderal Sudirman Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang, Wahaji (depan-pakai topi) dan Wakil Bupati, Suyono (tengah) bersama Kepala Bagian Humas Triossy Juniarto dan sejumlah Kepala OPD terkait, ketika memeriksa bangunan toko bercat biru, bertuliskan"Dijual", di ruas jalan Jenderal Sudirman Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Bupati Batang, Wihaji, akan mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk mengubah status jalan nasional sepanjang 1,8 KM yang membelah kota Batang, menjadi jalan kabupaten.

“Permohonan alih status jalan nasional ini bertujuan untuk menata kota Batang, agar lalu lintas tertib, teratur tidak semrawut seperti saat ini. Untuk itu kita sedang merencanakan agar semua kendaraan berat, truk tronton dan sejenisnya, dilarang lewat di dalam kota, tetapi dialihkan ke jalan tol,” ujar Bupati Batang, Wihaji, didampingi Wakil Bupati Batang, Suyono, di saat melakukan susur jalan pantura, di sela-sela acara gathering dengan awak media, Sabtu (21/9).

Saat melakukan kegiatan susur jalan pantura dengan berjalan kaki yang berjarak 1,8 KM, dengan mengambil start dari Rumah Dinas Bupati ke Pasar Induk Batang dan kembali lagi ke Rumah Dinas, Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) terkait, serta sejumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

"Wacana ini bertujuan untuk menertibkan lalu lintas di dalam kota Batang. Sekaligus untuk meminimalkan kecelakaan lalu lintas, terutama untuk keselamatan anak sekolah dan pekerja di Batang, mengingat kondisi jalan di dalam kota, setiap hari dipadati kendaraan berat yang melintas,” ujar Wihaji.

Kendaraan besar seperti truk dan tronton, sebut Bupati, kerap menjadi biang kemacetan lalu lintas di jalan kota Batang, terutama di sepanjang jalan Jenderal Sudirman. “Emisi kendaraan besar juga mengotori cat median jalan dan taman pembatas jalan jadi terkesan kumuh. Sehingga sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

“Kendaraan berat kita alihkan masuk jalan tol melalui eksit Batang - Pekalongan dan bisa ke luar melalui exit tol Kandeman Batang. Pengalihan kendaraan berat sudah kita layangkan suratnya melalui Dinas Perhubungan ke Pemerintah Pusat, karena merupakan jalan nasional yang harus dikonsultasikan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, imbuh Bupati, untuk meningkatkan perekonomian Batang, ia menggelorakan wajib belanja di Batang atau ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karena selama ini sebagian masyarakat Batang lebih memilih belanja di kota tetangga.

"Menggelorakan wajib belanja di Batang, lebih pada keperpihakan kita kepada UMKM, karena jika jualan mereka laku, pastinya perekonomian Batang akan meningkat," jelas Wihaji.

Wacana pengalihan kendaraan berat ke jalan tol, direspon oleh Edi, pemilik toko sepeda yang berlokasi di ruas jalan Jenderal Sudirman Batang.

"Saya sangat mendukung kendaraan berat dialihkan ke jalan tol, karena padatnya kendraaan berat berakibat sempitnya ruang parkir, sehingga pembeli malas karena takut tertabrak," kata Edi.


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)