• KANAL BERITA

Jalan Sehat HUT Lantas, Polres Demak Libatkan Warga Papua

Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar, mengibaskan bendera, saat melepas jalan sehat yang digelar di Mapolres Demak, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar, mengibaskan bendera, saat melepas jalan sehat yang digelar di Mapolres Demak, kemarin. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Puncak peringatan HUT Ke-64 Lantas Bhayangkara, Satlantas Polres Demak mengikutsertakan puluhan warga Papua di sejumlah kegiatan. Putra-putri kepulauan Cendrawasih itu di antaranya diikutkan dalam jalan sehat dan senam pagi bersama yang digelar Satlantas Polres Demak di Mapolres, Sabtu (21/9).

Jalan sehat yang diikuti para perwira Polres dan anggota dari semua jajaran dengan start halaman Mapolres dilepas Kapolres Demak, AKBP Atief Bahtiar. Kegiatan dilanjutkan dengan senam Lantas, senam Maumere dan senam Sajojo.

Selain itu, juga digelar lomba mewarnai yang diikuti 100 peserta dari sejumlah PAUD dan TK di wilayah Kota Demak. Kehadiran anak-anak bersama polisi untuk membangun kedekatan sejak dini. Terdapat pula donor darah serta pelayanan kesehatan gratis.

Kapolres Demak, AKBP Arif Bahtiar menuturkan, keikutsertaan warga Papua sekaligus untuk menunjukkan persaudaraan sesama warga negara dari berbagai kepualauan yang beda suku, ras dan agama terjalin dengan baik. Sikap tersebut bukan hanya diperlihatkan jajaran kepolisian, tetapi juga oleh pemerintah dan semua komponen masyarakat.

"Kita semua adalah saudara sesama warga Indonesia, sama-sama cinta NKRI," katanya.

Sementara itu, Abdul Aziz, warga Papua yang kini menempuh pendidikan di Pesantren Latansa Demak mengaku senang dan selama di Kabupaten Demak dianggap sebagai saudara.

"Warga Demak sangat baik, kami seperti menjadi bagian dari keluarga," katanya.

Dirinya menyadari ada perbedaan fisik dengan warga daerah lain, namun hal itu justru menjadi rahmat untuk bisa saling mengenal sesama anak bangsa.

Saat ini Abdul Aziz sudah menghafal alquran di pesantren tersebut bersama santri lainnya. Terdapat lebih dari 15 anak Papua yang nyantri di Ponpes Latanza.


(Hasan Hamid/CN40/SM Network)