• KANAL BERITA

Tuntutan Kader Muda Tak Sesuai Tahapan Organisasi

SUSAH DIALOG: Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai DIY, Marzuki Arse Simatupang (tengah) menyatakan susah membuka komunkasi karena mereka yang mengkritisi bukan berasal dari organ resmi kepartaian.(Foto: suaramerdeka.com/dok)
SUSAH DIALOG: Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai DIY, Marzuki Arse Simatupang (tengah) menyatakan susah membuka komunkasi karena mereka yang mengkritisi bukan berasal dari organ resmi kepartaian.(Foto: suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pengurus DPD Partai Golkar DIY menyatakan tuntutan para kader muda yang menghendaki ketua mengundurkan diri tidak sesuai dengan tahapan organisasi. Selain itu, mereka bukan organisasi Hasta Karta Golkar.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Partai DIY, Marzuki Arse Simatupang menegaskan hal itu menanggapi aksi dan tuntan Persaudaraan Pemuda Golkar. Para kader muda minta agar ketua partai mengundurkan diri karena target dalam pileg lalu tidak tercapai.

''Kami telah melakukan klarifikasi ke ketua organisasi kepemudaan Golkar dan ternyata mereka yang melakukan aksi tidak dalam kapasitas sebagai organisasi namun pribadi,'' tandas Marzuki.

Ia mengatakan langkah para kader muda tidak sesuai dengan tahapan struktural organisasi. Menurutnya yang bisa membentuk organisasi hanya DPP sedangkan mereka yang ada dalam PPG bukan organisasi yang tergabung dalam partai. Akibatnya, DPD kesulitan melakukan dialog dengan mereka karena tidak menggunakan organ resmi kepartaian.

Beda halnya kalau mereka menggunakan organ resmi sehingga mudah bagi pengurus DPD untuk melakukan dialog. Organ resmi tersebar di seluruh DIY mulai dari tingkat bawah hingga atas. Jalur struktural lebih memudahkan koordinasi dan komunikasi.

''Memaksa pengurus untuk mundur tidak ada dalam budaya Golkar. Pertanggungjawaban ketua dan pengurus ada dalam musyawarah daerah. Mengenai hasil pileg yang dipersoalkan, kami sudah melakukan evaluasi dan semua legowo menerima hasilnya tanpa menyalahkan siapapun,'' tegasnya.

Seperti diberitakan kemarin, kader muda yang tergabung dalam PPG menuntut ketua partai mundur karena tidak mampu membawa peningkatan jumlah kursi di DPRD DIY. Mereka kecewa dan minta pertanggungjawaban.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)