• KANAL BERITA

Gelar Soka, Sekolah Karangturi Mendidik Orang Tua

POLA ASUH: Psikolog, Ajeng Raviando saat memberikan paparan soal pola asuh anak dalam kegiatan Soka di aula TK dan SD Karangturi. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)
POLA ASUH: Psikolog, Ajeng Raviando saat memberikan paparan soal pola asuh anak dalam kegiatan Soka di aula TK dan SD Karangturi. (suaramerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Peran orang tua sangat vital dalam menunjang kesuksesan peserta didik di sekolah. Karenanya, mereka harus ikut mendukung pendidikan anak, sekaligus memberikan pola asuh yang benar supaya mereka bisa sukses menjalani studinya.

Mendasari hal tersebut, TK dan SD Karangturi menggelar Sekolah Orang Tua Karangturi (Soka) yang diagendakan tiap bulan sekali. Melalui topik berbeda, sekolah ini akan memberi tambahan ilmu bagi orang tua dalam mengasuh anaknya di rumahnya masing-masing.

"Selama ini fokus pembelajaran kami hanya pada siswanya, tapi tidak memperhatikan orang tuanya. Padahal, fenomena yang terjadi, tidak semua orang tua memiliki pola asuh benar dalam mendidik anak," tandas Ketua Dewan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Nasional (YPN) Karangturi, Harjanto K Halim MSc di sela-sela seminar dengan tema Pola Asuh yang Tepat untuk Generasi Alpha di aula SD Karangturi, Jumat (20/9).

Bukan hanya TK dan SD, Soka juga akan digelar orang tua siswa SMP dan SMA Karangturi. Menurut dia, terkadang orang tua menerapkan pola asuh terhadap anaknya, sama seperti kala orang tuanya masih anak-anak dulu.

Ketika didikannya itu menjurus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), maka cara mengasuhnya juga menerapkan KDRT. Melalui Soka ini, orang tua akan diberikan pemahaman cara mengasuh anak yang baik. "Program Soka di Sekolah Nasional Karangturi ini saya rasa bisa diadopsi secara nasional," jelasnya. Keterlibatan orang tua dinilai penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan.

Soka dikemas dengan seminar yang diikuti 300 orang tua anak TK dan SD Karangturi. Adapun, narasumber yang dihadirkan adalah psikolog, Ajeng Raviando Psi. Dalam kesempatan itu, Ajeng menilai, generasi Alpha yang terlahir sejak 2010 hingga sekarang ini sangat terdidik dan punya kesempatan cari pengetahuan lebih banyak.

"Mereka (generasi Alpha- ) tahu banyak soal teknologi, bahkan mengalahkan orang terlahir pada generasi sebelumnya. Nah, peran orang tua harus bisa sharing pengalaman serta memberitahu mana yang benar atau salah," katanya.

Ajeng mengemukakan, perkembangan teknologi ini harus disikapi dengan bijak. Terlebih lagi, anak usia dini seperti nol sampai lima tahun sudah terpapar gawai.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)