• KANAL BERITA

Diperlukan Kolaborasi Komponen Bangsa Capai Kemajuan

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SURAKARTA, suaramerdeka.com - Tentara Nasional Indonesia akan terus berbenah, mereformasi diri agar tidak terkenang dengan romantika kejayaan masa lalu. Namun, TNI akan terus bergerak dalam putaran roda perubahan.

“Membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh komponen bangsa. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi berbagai komponen bangsa, untuk mencapai kemajuan dan keunggulan bangsa,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Auditorium GPH Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jumat (20/9).

Hal itu disampaikannya pada acara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa. Panglima TNI menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul ‘Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju.

Menurutnya, lembaga pemerintah, TNI, Polri dan aparat keamanan lainnya, lembaga-lembaga pendidikan, para pengusaha, Lembaga Swadaya Masyakarat (LSM), serta masyarakat umum, seluruhnya bertanggungjawab untuk membangun bangsa. Dikatakan, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, maka diharapkan terwujud kolaborasi yang baik antara militer dan non-militer dalam rangka pertahanan negara.

“Perlu disadari adalah saat ini kita sedang menghadapi era perubahan. Yang tentunya harus dikelola dengan baik, agar dapat mewujudkan Indonesia maju di masa depan,” ujarnya.

Entitas Global

Dikatakan, tak bisa dipungkiri dan dihindari bahwa Indonesia sudah menjadi bagian dari entitas global. Globalisasi adalah proses integrasi internasional karena pertukaran gagasan, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

“Tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tandasnya.

Sebagai Panglima TNI, lanjutnya, dirinya sangat berkepentingan terhadap kualitas generasi muda Indonesia masa depan. Dikatakan, mereka tidak harus menjadi tentara. “Akan tetapi dengan kualitas dan nasionalisme yang tidak diragukan, maka akan menjadi mudah bagi TNI untuk bekerja sama membangun ketahanan nasional melalui pertahanan militer dan nonmiliter,” tegasnya.

Dia menambahkan, SDM menjadi hal yang utama dalam organisasi. Karena kemajuan sebuah organisasi, ditentukan oleh kemampuan SDM dalam menguasai ilmu pengetahuan disertai budaya yang konstruktif dan etis. “Jadi menghasilkan keluaran dan manfaat bagi seluruh manusia anggota organisasi. Selain itu, organisasi harus didesain lebih fleksibel untuk dapat mengikuti perubahan,” tukasnya.


(Saktia Andri Susilo/CN26/SM Network)