• KANAL BERITA

Kementerian ESDM Resmikan Tiga Sumur Bor

COBA AIR: Staf Khusus Menteri ESDM Widyo Sunaryo (kiri) dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tavip Poernomo mencoba air dari sumur bor yang baru diresmikan. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho))
COBA AIR: Staf Khusus Menteri ESDM Widyo Sunaryo (kiri) dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tavip Poernomo mencoba air dari sumur bor yang baru diresmikan. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho))

NGAMPEL, suaramerdeka.com – Kementerian ESDM meresmikan selesainya pembangunan tiga sumur bor di Kabupaten Kendal, Jumat (20/9). Tiga sumur itu tersebar di Desa Sudipayung (Kecamatan Ngampel), Desa Jambearum (Patebon), dan Desa Ngadiwarno (Sukorejo).

Secara simbolis peresmian dilakukan Staf Khusus Menteri ESDM Widyo Sunaryo di Ponpes Al Musyaffa, Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel. 

Widyo Sunarto, mengatakan, bantuan tersebut, merupakan program mengentaskan permasalahan air bersih di daerah yang kesulitan air. Kementerian ESDM berupaya terus menambah anggaran agar dapat menjangkau masyarakat di daerah yang kesulitan air. 

‘’Sumur bor di Desa Sudipayung memiliki kedalaman 125 meter. Konstruksi pipa besi galvanis berdiamater enam inci, genset kapasitas 9.600 watt, menggunakan pompa selam, dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter. Rrata-rata debit air 2,24liter/detik. Sumur ini bisa melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 3.226 jiwa,’’ kata dia. 

Menurutnya, jumlah daerah yang sulit air bersih di Indonesia masih cukup banyak. Hal itu ditandai banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun anggaran 2019, Kementerian ESDM akan membangun 650 sumur bor di seluruh Indonesia. 

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah sudah dimulai sejak tahun 2000 dan hingga tahun 2019 telah dibangun 2.288 unit sumur bor untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pada  2019 Kementerian ESDM akan membangun sumur bor sebanyak 650 unit di seluruh wilayah Indonesia.

‘’Di Jawa Tengah, sejak 2005 - 2019 telah dibangun 454 unit sumur bor dalam. Pada 2019 direncanakan dibangun lagi sebanyak 91 unit sumur bor,’’ terangnya. 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kendal, Tavip Poernomo, mengatakan, adanya sumur bor, bisa membantu masyarakat akan pasokan air bersih. Sebagian besar wilayah Kendal merupakan daerah perbukitan dan pegunungan.

Selama ini kebutuhan air bersih hanya dipasok dari mata air gunung, sehingga debitnya kurang mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

‘’Saya berharap tahun depan jumlah titik sumur bor air bersih terus ditambah lagi di wilayah Kabupaten Kendal,’’ tuturnya


(Rosyid Ridho/CN39/SM Network)