• KANAL BERITA

Warga Khawatir Tambak di Sekitar TPA Tercemar

PEMATANGAN LAHAN : Kendaraan berat dikerahkan untuk pematangan lahan sebagai proses tahap awal pembangunan TPA Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana. (suaramerdeka.com/Dok)
PEMATANGAN LAHAN : Kendaraan berat dikerahkan untuk pematangan lahan sebagai proses tahap awal pembangunan TPA Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana. (suaramerdeka.com/Dok)

TEGAL, suaramerdeka.com - Sejumlah persoalan muncul di awal rencana pembangunan TPA Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana. Setelah warga Cabawan menolak memberi akses jalan untuk lalu-lalang truk, warga lainnya ikut menolak.

Penolakan datang dari wilayah warga sekitar seperti Kelurahan Muarareja, Krandon, dan Kaligangsa Kota Tegal. Begitu pun warga dari Desa Randusanga dan Desa Kaligangsa Kabupaten Brebes.

Mereka khawatir keberadaan TPA yang lokasinya saling berbatasan dengan tambak-tambak akan merusak keasrian dan tambak tercemar limbah sampah.

"Warga Randusanga hingga Kaligangsa Brebes juga protes keras. Mereka menolak keberadaan TPA Bokong Semar Kaligangsa dibangun," kata Lurah Cabawan, Kecamatan Margadana, Pudjo Andri.

Pudjo mengaku warga dari Brebes justru banyak yang memprotes rencana pembangunan TPA itu. Penolakan itu terungkap saat pertemuan bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup, warga yang memiliki tambak di lokasi di sekitar lokasi TPA.

 "Penolakan warga Brebes itu karena mereka khawatir, usaha tambaknya akan hancur jika TPA difungsikan. Karena mungkin alasanya karena limbah sampah," katanya.

Sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup belum memberikan tanggapan terkait protes warga. Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Berbahaya Beracun, dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, Haryoto belum memberikan jawaban hingga berita ini ditulis.


(Tresno Setiadi/CN39/SM Network)