• KANAL BERITA

Rumah Makan Nekat Gunakan Gas Melon

MENYITA GAS MELON : Tim gabungan menyita gas melon yang disalahgunakan dan menyiapkan gas non subsidi sebagai pengganti. (Foto suaramerdeka.com/Ali Basarah)
MENYITA GAS MELON : Tim gabungan menyita gas melon yang disalahgunakan dan menyiapkan gas non subsidi sebagai pengganti. (Foto suaramerdeka.com/Ali Basarah)

PEMALANG, suaramerdeka.com – Berulang kali ditemukan pelanggaran dan penindakan, namun sejumlah rumah makan nekat menggunakan gas melon yang merupakan gas subsidi untuk keluarga kurang mampu.

Begitu pun ketika tim gabungan melakukan sidak, Jumat (20/9), tim menemukan pelanggaran penggunaan 58 tabung gas melon. Dari jumlah tersebut 48 di antaranya langsung diganti dengan LPG nonsubsidi sedangkan 10 tabung lainnya disita.

‘’Kita kembali mengadakan pantauan sekaligus penertiban agar penyaluran LPG bersubsidi 3 Kg lebih tepat sasaran," jelas Perwakilan Pertamina Sandy Rahardian didampingi Kasubag Perekonomian, Rizki Yuliawan, Jumat (20/9).

Tim gabungan terdiri dari atas Pertamina, Bagian Perekonomian Setda, Paguyuban Agen LPG, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Perindustrian dan Perdagangan. Tabung gas hasil sitaan diambil tim dan menggantinya dengan gas LPG non subsidi.

Sandy Rahardian mengatakan tim gabungan mengunjungi sejumlah pengusaha rumah makan di wilayah Kota Pemalang, Petarukan dan Comal. Lokasi sasaran pemeriksaan antara lain hotel, rumah makan dan warung makan besar di sepanjang jalan utama kabupaten.

Penyalahgunaan gas melon ditemukan di sebuah rumah makan di Jl Jenderal Sudirman Kota Pemalang, dua rumah warung makan besar dan warung mie ayam besar di Comal. Pemilik tempat usaha diminta menukar dengan tabung 5,5 Kg atau 12 Kg.

"Kami mengimbau untuk para pengusaha agar memiliki kesadaran untuk menggunakan gas LPG yang sesuai aturan, karena LPG 3 Kg hanya diperuntukan bagi warga masyarakat dan UMKM tertentu apalagi kedepan akan dilakukan penertiban secara terus menerus setiap bulan,"tambahnya.


(Ali Basarah/CN19/SM Network)