• KANAL BERITA

Mahasiswa Miliki Potensi Besar Jadi Wirausaha Muda

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tingkat wirausaha berbagai negara berdasarkan GEI Score terlihat Indonesia masih relatif rendah jika dibandingkan negara lain. Padahal, wirausaha sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian suatu bangsa. Untuk membuka peluang wirausaha, kalangan mahasiswa memiliki potensi besar menjadi wirausahawan muda di industri kreatif.

"Kalau kita lihat tren kewirausahaan dunia dan satu peluang wirausaha terbuka bagi banyak orang karena punya peluang bisnis yang sebelumnya tidak terpikirkan. Pengusaha tidak datang dari kalangan usia menengah tapi milenial," ujar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ismunandar di Jakarta.

Ismunandar mengatakan bahwa beberapa inovator startup sukses dari kalangan perguruan tinggi dan mereka masuk dalam jajaran unicorn, yakni startup dengan valuasi sekitar Rp 1,3 Triliun.

"Kalau kita lihat semua, ini adalah anak-anak muda yang perusahaannya baru berusia 10 tahun tapi nilai valuasinya sangat besar. Memang valuasi dari perusahaan ini tidak sederhana. Ini peluang baru dan bisnis baru dan bercirikan memanfaatkan teknologi baru, teknologi informasi dan data," terangnya.

Ismunandar menceritakan saat dirinya bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara peresmian salah satu perguruan tinggi. Ia mengaku terkejut dan heran pada anak muda, saat ini tak punya perusahaan secara fisik tapi memiliki omzet perusahaan digital yang berjuta-juta dollar.

"JK berkomentar unik dan bilang kok bisa perusahaan enggak jelas tapi nilai perusahaannya besar sekali. Perusahaan saya banyak tapi nilainya tidak sebesar itu. Artinya saya enggak habis mengerti gitu istilahnya," ungkapnya.

Ismunandar mengatakan bahwa semua dituntut untuk beradaptasi sekarang dan peluang berbisnis kita tak hanya di Indonesia tapi peluangnya di mana-mana termasuk global. Esensinya, lanjut Ismunandar, bahwa pasti beda orang yang berbisnis dan berwirausaha dengan bermodalkan nekat atau tekad saja. 

"Jadi, jangan hanya kita jadi bajak laut. Kalau kita punya spirit seperti bajak laut yang nekat dan tekad tapi kita juga memiliki skill untuk bagaimana tekad kita menjadi kenyataan," imbuhnya.


(Prajtna Lydiasari/CN19/SM Network)