• KANAL BERITA

Umat Beragama Hadapi Tantangan Berat

Wujudkan Moral Universal

PERDAMAIAN DUNIA: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir (pojok kanan) menyampaikan gagasannya mengenai perdamaian dunia di Madrid, Spanyol.(Foto: suaramerdeka.com/dok)
PERDAMAIAN DUNIA: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir (pojok kanan) menyampaikan gagasannya mengenai perdamaian dunia di Madrid, Spanyol.(Foto: suaramerdeka.com/dok)

SPANYOL, suaramerdeka.com - Umat beragama di seluruh dunia menghadapi tantangan berat mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Pasalnya, hingga kini masih terjadi terjadi konflik, kekerasan dan diksiminasi sosial mengatasnamakan agama sehingga kehidupan dalam masyarakat mengalami disintegrasi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir mengungkapkan hal itu di depan tokoh agama seluruh dunia di Madrid, Spanyol. Ia hadir dan tampil sebagai salah satu pembicara dalam International Meeting ''Peace With No Borders: Religions and Cultures in Dialogue''  yang digelar Community of Sant'Egidio di Madrid 16-17 September 2019 lalu.

Pembicara lain,Simonetta Agnelo Hornby Writer, Italy, Grégoire Ahongbonon Writer, Founder of the Association "Saint Camille de Lellis", Benin Eugenio Bernardini, Former Moderator of the Waldensian Table, Italy, Colette Guiebre, BRAVO Program Coordinator, Community of Sant'Egidio, Burkina Faso Johnnie Moore, US Comissioner on International Religious Freedom USA dan Daniel Sperber Rabbi, "Bar Ilan" University, Israel.

''Tantangan utamanya bagaimana umat beragama pada setiap agama mewujudkan nilai-nilai luhur keagamaan yang sakral untuk membangun tata kehidupan yang adil, damai, baik dan serba utama yang menjadikan umat manusia hidup selamat dan bahagia secara bersama-sama,'' tandas Haedar.

Ia menilai dalam kehidupan masyarakat dunia di tingkat global dan domestik secara umum juga masih dijumpai adanya rasisme, perlakuan buruk terhadap minoritas, bias gender terhadap perempuan, perdagangan manusia, kekerasan terhadap mereka yang lemah, terorisme dalam berbagai jenis,  segala bentuk diskrimnasi serta beragam tindakan yang merugikan kehidupan manusia dan merusak lingkungan.

Ditegaskannya, umat beragama dituntut komitmen moralnya menghadapi dan memberi solusi terhadap masalah-masalah kemanusiaan untuk membuktikan bahwa agama-agama yang dipeluk mampu menjadi kekuatan profetik yang menghadirkan kebaikan, perdamaian, keselamatan, kebahagiaan,  kemakmuran dan kemanfaatan bagi kehidupan seluruh  umat manusia dan lingkungan semesta.

Lebih Damai

Haedar menjelaskan pula sebagai manifestasi nilai-nilai luhur agama penting diaktualisasikan pada kehidupan yang damai tanpa sekat dan diskriminasi. Agama dan umat beragama di dunia hendaknya semakin menguatkan komitmen untuk membangun kehidupan yang lebih  damai dan maju bagi semua orang tanpa sekat dan diskriminasi. 

''Umat beragama berkomitmen untuk menyuarakan dan mewujudkan kehidupan yang harmoni, toleran, saling menghormati,  damai, adil dan saling bekerja sama yang menyelamatkan kehidupan bersama. Bersamaan dengan itu terhindar dari diskriminasi, kekerasan, penindasan, teror, perang dan segala bentuk perlakuan buruk dalam kehidupan,'' paparnya.

Menurutnya umat beragama di seluruh dunia harus mendorong berkembangnya nilai-nilai moral universal tentang hidup damai bagi semua tanpa dikskirminasi dan kekerasan. Tujuannya tentu agar moral universal menjadi alam pikiran dan praktik hidup kolektif di seluruh komunitas dan bangsa.

Kebajikan Utama

Dalam konteks tersebut Haedar menegaskan pentingnya mengaktualisasikan tiga hal yakni mendorong perluasan gerakan sosial-keagamaan yang mewujudkan nilai-nilai perdamaian dan hidup bersama tanpa diskriminasi sebagai praktik dan contoh hidup beragama (role-model) dalam masyarakat di manapun  lebih dari sekadar pesan-pesan normatif keagamaan.
 
Juga mewujudkan nilai-nilai perdamaian dan hidup tanpa diskriminasi sebagai etika sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat yang membentuk etika global. Yang berikutnya mendorong setiap negara dan pemerintahan untuk memperkuat komitmen pada penegakkan hak asasi manusia antara lain menjamin setiap orang untuk memperoleh perlakuan yang adil dan damai tanpa diskriminasi dan kekerasan dalam segala bentuk.

''Dalam perspektif Islam setiap pemeluk diajarkan berbuat adil yakni sikap benar yang objektif dan tidak berat sebelah. Termasuk adil bagi siapapun yang berbeda agama, ras, suku bangsa, dan golongan. Setiap muslim juga diajarkan berbuat ihsan, kebajikan utama yang melintas batas dalam kehidupan seseorang. Sikap adil dan ihsan harus berlaku umum bagi siapapun termasuk kepada pihak yang tidak disukai, sebagaimana pesan Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 8," paparnya sambil menekankan Islam mengajarkan pemeluknya untuk menjadi orang-orang yang menyebarkan kasih sayang bagi seluruh umat manusia dan makhluk ciptaan Allah di alam semesta.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)