• KANAL BERITA

Produk Kerajinan Didorong Tingkatkan Kualitas

Target Ekspor Luar Negeri

AJANG PROMOSI: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meninjau stand dalam Magelang Craft Expo (MCE) 2019 di Bakorwil II Magelang sebagai ajang promosi produk kerajinan. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
AJANG PROMOSI: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meninjau stand dalam Magelang Craft Expo (MCE) 2019 di Bakorwil II Magelang sebagai ajang promosi produk kerajinan. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menginginkan Magelang Craft Expo (MCE) 2019 yang baru pertama diadakan tidak hanya sebatas ajang pameran semata. Akan tetapi, juga sebagai promosi dan upaya peningkatan kualitas produk kerajinan agar berdaya saing tinggi.

Hal itu diungkapkan Sigit dalam pembukaan MCE 2019 di Bakorwil II Magelang, Jumat (20/9). Turut mendampingi wakilnya Windarti Agustina, Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, Dandim 0705 Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono, dan Ketua Dekranasda Kota Magelang Yeti Biakti Sigit Widyonindito.

“Expo ini jangan hanya seremonial semata, tapi ajang promosi produk kerajinan kita. Juga paling penting terus meningkatkan kualitas produknya agar mampu memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Dia menegaskan, MCE maupun produk yang ditampilkan jangan monoton. Artinya, harus terus berkembang mengikuti perkembangan jaman. Hal ini menuntut para perajin tidak hanya berpikir lokal, tapi juga regional, nasional, bahkan internasional.

“Dari waktu ke waktu harus meningkat dan terus berinovasi. Beberapa produk kerajinan kita sudah ada yang ekspor, seperti Sarung Goyor dan Kerajinan Kerang, ini harus diikuti produk lainnya. Ayo berani pasarkan produknya hingga ke luar negeri,” katanya.

Beberapa bulan lalu, kata Sigit, pihaknya mengajak sejumlah pelaku UMKM di Kota Magelang ke Jakarta untuk menyaksikan gelaran Inacraft 2019. Ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia ini menjadi kesempatan emas perajin Kota Magelang untuk belajar.

“Inacraft itu luar biasa. Kita bisa belajar di sana dari bentuk produknya, cara pemasarannya, hingga cara promosinya. Kita jangan sampai kalah dari produk kerajinan daerah lain, kita harus berani tampil,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih mengutarakan, MCE 2019 merupakan ajang pameran produk kerajinan Kota Sejuta Bunga. Beragam kerajinan ditampilkan dari berbahan kayu, kain, kerang, hingga logam.

“Kita gelar dalam rangka memperingati HUT ke-39 Dekranas dengan tujuan promosi. Kita adakan selama tiga hari hingga Minggu (22/9) dan kolaborasi dengan Festival Kuliner 2019. Sebanyak 50 stand tampil di expo ini,” jelasnya.

Seiring dengan wali kota, Retno mengaku, pihaknya juga senantiasa mendorong para pelaku UMKM, khususnya kerajinan untuk dapat terus meningkatkan kualitas produknya. Termasuk pemasaran tidak hanya lokal Magelang saja, tapi juga hingga luar daerah.

“Paling tidak, produk mereka pasarkan juga hingga ke seluruh daerah di Indonesia, bahkan diekspor ke luar negeri. Kami di dinas akan senantiasa hadir mendampingi dan membina para perajin agar usahanya terus berkembang,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN19/SM Network)