• KANAL BERITA

Permintaan Kopi Nasional Tumbuh Tujuh Persen

Petani Temanggung Diajak Tingkatkan Kualitas

NIKMATI KOPI : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo bersama Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menikmati kopi di salah satu stan Festival Kopi Temanggung di Halaman Gedung Pemuda Temanggung, Kamis (19/9) sore. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
NIKMATI KOPI : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo bersama Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menikmati kopi di salah satu stan Festival Kopi Temanggung di Halaman Gedung Pemuda Temanggung, Kamis (19/9) sore. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menilai potensi pengembangan industri pengolahan kopi saat ini masih terbuka lebar. Pasalnya permintaan kopi secara nasional tumbuh 7 persen. Hal itu jika digarap secara maksimal, tentu akan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani maupun pelaku usaha yang bergerak di dunia perkopian Jawa Tengah, lebih khusus wilayah Temanggung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo mengungkapkan, kopi saat ini sedang menjadi tren. Apalagi Provinsi Jawa Tengah juga memiliki lahan produksi kopi sangat luas. "Permintaan kopi secara nasional tumbuh 7 persen, tinggal masalahnya bagaimana kita mampu mengolahnya, meningkatkan kualitasnya, kemudian kita bisa menampilkan produk yang berdaya saing," ungkapnya.

Hal itu ditegaskan Arif saat ditemui usai melakukan pembukaan Festival Kopi Temanggung di Halaman Gedung Pemuda Temanggung, Kamis (19/9) sore. Turut hadir dalam festival kopi yang digelar Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Temanggung itu Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, serta sejumlah perwakilan dari Polres, Kodim 0706, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Temanggung.

Menurut dia, Temanggung memiliki potensi sangat besar untuk menghasilkan kopi berkualitas. Namun diakui pemasaran kopi Temanggung masih butuh terus digenjot agar semakin dikenal luas. Para petani maupun pelaku usaha perkopian juga perlu meningkatkan kualitas produk maupun kemasan agar kepercayaan masyarakat secara luas terus meningkat. Bahkan bukan hanya taraf nasional saja, melainkan hingga internasional.

"Agar produk kopi Temanggung bisa makin dikenal luas dan bisa berdaya saing, bahkan bisa menyaingi kopi dari Brazil misalnya atau negara-negara lain di lingkup Asean, peningkatan kualitas dan promosi harus terus dilakukan. Karena kalau berbicara mengenai kopi di lingkup nasional, masih identik dengan nama kopi Gayo, Toraja maupun Bali. Ini saatnya gaung kopi Temanggung bisa lebih menasional," beber dia.

Dia menyebutkan keterlibatan pemerintah dalam mengangkat kopi Temanggung memang sangatlah penting. Pemerintah harus hadir memberikan pendampingan-pendampingan, pelatihan, promosi atau pameran serta membuat regulasi-regulasi yang mendukung majunya usaha perkopian di Temanggung. Diharapkan kopi Temanggung memiliki standardisasi dan kemasan yang bagus, sehingga bisa berdaya saing.

Dikesempatan lain, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Suryo Banendro juga menyebutkan peluang pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negari masih cukup besar. Hal itu karena potensi konsumsi kopi besar dan permintaan kopi dunia terus menanjak. "Pertumbuhan kelas menengah dan pengembangan gaya hidup masyarakat Indonesia, terus mendorong pengembangan produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun," ujarnya.

Menurut dia Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, dengan produksi rata-rata 685.000 ton per tahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia. Untuk meningkatkan nilai tambah, maka industri olahan baik industri besar, menengah, maupun kecil mesti dipacu dan didukung oleh pemerintah dan masyarakat. Saat ini sudah ada 11 kopi di Indonesia yang mempunyai indikasi geografis termasuk kopi robusta Temanggung.

Saat ini hampir semua kabupaten atau kota memiliki usaha budi daya dan kopi olahan seperti Pemalang, Batang, Pati, Kudus, termasuk Temanggung. Dia berharap ke depan kopi Muncar Temanggung juga bisa mendunia. Kebiasaan minum kopi sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak muda yang nongkrong sambil minum kopi. Oleh karena itu, diharapkan eksistensi pengolahan kopi yang ada di masyarakat untuk terus dijaga kualitasnya.


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)