• KANAL BERITA

Panen Tembakau di Sukoharjo Tahun Ini Lebih Menjanjikan

MEMANEN : Petani Tembakau Desa Sanggung, Kecamatan Gatak sedang melakukan proses panen tembakau.  (suaramerdeka.com / Ari Welianto)
MEMANEN : Petani Tembakau Desa Sanggung, Kecamatan Gatak sedang melakukan proses panen tembakau. (suaramerdeka.com / Ari Welianto)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Musim panen tembakau tahun ini memberi keuntungan bagi petani Kabupaten Sukoharjo. Saat musim kemarau panjang, menanam tembakau  menjadi pilihan utama mengingat setiap lahan 1.000 meter persegi petani meraup Rp 4-5 juta. "Ini mulai panen dua minggu lalu. Panen ini akan berlangsung hingga Oktober nanti," ujar Bendahara Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sukoharjo, Yokanan, Kamis (19/9).

Jika dibandingkan menanam padi, tembakau lebih menjanjikan, apalagi jika kualitas tembakau bagus. Jika lahan per 1.000 meter persegi, padi hanya laku sekitar Rp 2 juta, namun untuk luas lahan sama, harga jual tembakau Rp 4-5 juta. ‘’Jadi sekarang ini merupa panennya petani tembakau, apalagi musim kemarau kali ini cukup panjang. Hasilnya memang jauh jika dibandingkan tanaman padi,’’  imbuh petani asal Desa Sanggung, Kecamatan Gatak. 

Yokanan mengatakan musim panen tembakau akan berlangsung Oktober nanti. Dari panen ini, petani menjual daun basah ke pengepul dengan harga per kilogram Rp 2.500. Namun sebagian petani mengeringkan langsung matahari lalu dijual ke pabrik rokok di wilayah Soloraya. Namun itu tidak banyak, karena petani tidak mau repot dan harus menunggu benar-benar kering.

‘’Kebanyakan dijual basah oleh petani. Padahal kalau dihitung-hitung jika dijual kering untungnya bisa Rp 6-7 juta, memang belum semua petani itu sadar dan berani mengeringkan karena masih menganggap repot dan butuh waktu,’’ terangnya. ‘’Wilayah tembakau di Kecamatan Gatak, Baki, Grogol dan Kartasura. Total ada sekitar 70-80 hektare. Paling banyak di Gatak, kalau di Sukoharjo wilayah selatan tidak ada.’’

Sementara itu petani tembakau, Saryono mengatakan jika usia tembakau itu sudah 100 hari untuk panen bisa dua sampai tiga minggu mendatang. ‘’Proses panen memang lama dan hasilnya itu cukup bagus.’’


(Ari Welianto/CN26/SM Network)