• KANAL BERITA

Dinas Pertanian Demak Serius Perhatikan Kesuburan Tanah

LEPAS HADIAH : Komisaris Petrokimia Gresik Mahmud Nurwindu dan Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo melepas 9 mobil pembawa hadiah di Graha Sakinah, Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
LEPAS HADIAH : Komisaris Petrokimia Gresik Mahmud Nurwindu dan Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo melepas 9 mobil pembawa hadiah di Graha Sakinah, Demak. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Pertanian Pangan Kabupaten Demak, Wibowo mengatakan, pihaknya memberi perhatian serius terhadap upaya mengembalikan kesuburan tanah. Di antara langkahnya adalah menggerakan petani agar memakai pupuk organik, mengingat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan telah merusak kesuburan lahan pertanian.

Menurutnya saat ini sudah banyak perusahaan atau produsen pupuk yang telah memproduksi pupuk organik termasuk PT Petrokimia Gresik (PG), anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Petroganiknya. "Alhamdulillah para petani menyadari pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai upaya mengembalikan kesuburan tanah," katanya saat menghadiri pelepasan Gebyar Promosi Berhadiah sembilan kabupaten di Jawa Tengah yang dipusatkan di Graha Sakinah, Demak, kemarin.

Kegiatan yang dihadiri Komisaris PG, Mahmud Nurwindu dan Direktur Pemasaran (Dirsar) PG, Meinu Sadariyo tersebut merupakan sarana apresiasi atau pemberian hadiah bagi kios resmi yang penebusan pupuk Petroganiknya mencapai target tertentu selama bulan April hingga Juli 2019. Adapun promosi tersebut diperuntukkan bagi kios di wilayah Semarang, Salatiga, Demak, Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan.

Komisaris Petrokimia Gresik, Mahmud Nurwindu menyampaikan bahwa Petroganik telah mendapat kepercayaan pemerintah sejak tahun 2008 sebagai pupuk bersubsidi. Kehadiran pupuk organik Petroganik semakin relevan di tengah kondisi kesuburan tanah di Indonesia yang menurun, serta menjadi bukti nyata upaya Petrokimia Gresik dalam mewujudkan diri menjadi solusi agroindustri, khususnya di sektor on farm.

Ia menambahkan penggunaan pupuk organik juga merupakan upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Untuk itulah, pihaknya merekomendasikan pemupukan berimbang, yaitu kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik dengan aplikasi 5:3:2, di mana untuk satu hektar (ha) lahan sawah dibutuhkan 500 kilogram (kg) pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea.

“Marilah kita bersama-sama untuk menjaga sustainable lahan pertanian sehingga produktivitasnya pun bisa terus ditingkatkan demi mendukung Ketahanan Pangan Nasional,” tuturnya.


(Hasan Hamid/CN26/SM Network)