• KANAL BERITA

SBM ITB Kejar Tiga Akreditasi Internasional Prestisius

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menargetkan bisa meraih tiga akreditasi internasional bergengsi. Diharapkan, raihan itu bisa menjadikan sekolah bisnis itu makin bergigi secara internasional.

"SBM jadi lebih mudah bekerja sama secara  internasional dengan berbagai universitas di dunia.  Benefit lainnya, untuk mahasiswa dengan akreditasi ini, apabila akan melanjutkan sekolah di luar negeri akan mendapatkan akses penerimaan lebih luas, sedangkan untuk industri, hal ini menunjukan perguruan tinggi dengan kualitas yang tinggi," kata Dekan SBM ITB,  Sudarso Kaderi Wiryono di Bandung, Kamis (19/9).

Ketiga akreditasi tersebut adalah Association to Advance Collegiate School of Business (AACSB) International dan The Association of MBAs (AMBA), serta European Quality Improvement System Quality Improvement System (EQUIS) yang berbasis di Eropa. Raihan ini kerap disebut sebagai akreditasi triple crown.

Langkah tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan sebagai perguruan tinggi berkualitas. Nilai-nilai tersebut adalah engagement, innovation dan impact yang merujuk pada sinergi yang kuat.

"Engagement berupa keterlibatan sivitas akademika SBM ITB dengan kegiatan akademik, maupun professional. Innovation, baik dalam akademik maupun kegiatan professional. Ketiga adalah impact atau berusaha terus untuk memberikan dampak yang positif untuk masyarakat, industri dan pemerintah baik nasional maupun internasional," kata Sudarso.

Sebelumnya, SBM melakukan perkuatan terutama untuk menerapkan manajemen mutu hingga tanggung jawab terhadap manajemen pendidikan. Mereka pun dipercaya sebagai visiting lecture sejumlah universitas di antaranya Universitas of Washington Amerika Serikat dan Alpen Adria University-Austria.

SBM ITB beroperasi di Bandung, Jakarta dan Jatinangor. Mereka mempunyai tenaga pengajar sebanyak 96 orang dengan total jumlah mahasiswa saat ini lebih dari 3.300 orang. Mereka mengklaim mempunyai 1.600 temuan baru dalam pengembangan keilmuan bisnis dan manajemen


(Setiady Dwi/CN26/SM Network)