• KANAL BERITA

Generasi Muda FKUB Tekan Potensi Konflik Antarumat

FOTO BERSAMA: Para pengurus Generasi Muda FKUB Kabupaten Semarang yang akan dikukuhkan pada Sabtu (21/9) besok, berfoto bersama Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha seusai audiensi di rumah dinas Wabup. (suaramerdeka.com / dok)
FOTO BERSAMA: Para pengurus Generasi Muda FKUB Kabupaten Semarang yang akan dikukuhkan pada Sabtu (21/9) besok, berfoto bersama Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha seusai audiensi di rumah dinas Wabup. (suaramerdeka.com / dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Keberadaan Generasi Muda (Gema) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat penting dalam menekan potensi konflik antarumat beragama. Gema FKUB diminta menjadi garda terdepan dalam mengawal kehidupan berbangsa yang rukun dan damai berdasarkan Pancasila. Hal itu mengemuka dalam audiensi antara para pengurus Gema FKUB Kabupaten Semarang dengan Wakil Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, di rumdin wabup, Kamis (19/9).

''Gema FKUB penting menjaga kerukunan antarumat beragama. Meski demikian, saya titip pesan agar isu kenakalan remaja harus diantisipasi. Selain itu, Gema FKUB juga perlu kampanye bermedia sosial yang baik, agar remaja tak terjerumus,'' kata Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, kemarin.

Ngesti menegaskan, Pemkab siap mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa kehidupan yang baik dalam pluralitas masyarakat. Ketua Gema FKUB Achmad Chumaidi mengatakan, pihaknya telah menyusun struktur organisasi yang akan dikukuhkan pada Sabtu (21/9).

"Gema FKUB juga membentuk divisi informasi dan teknologi yang siap menjaga generasi muda dari pengaruh buruk media sosial. Kami siap sosialisasi dan antisipasi kenakalan remaja," kata Chumaidi yang juga aktif di PCNU Kabupaten Semarang tersebut.

Pihaknya berharap, dukungan pemerintah daerah untuk mengawal gerakan-gerakan Gema FKUB demi terciptanya kehidupan yang harmonis. "Dengan dikukuhkannya Gema FKUB, semakin memperkokoh rasa persaudaraan sesama pemuda lintas iman dan keyakinan," tegasnya.

Pengurus Gema FKUB, Badawi menjelaskan, terkait SK Gema FKUB pihaknya berharap ada SK Bupati. ''Mengapa SK Bupati penting? Karena luas garap wilayah Kabupaten Semarang serta terkait dinamika kerukunan umat beragama. Yang masuk menjadi pengurus Gema FKUB adalah seluruh unsur majelis agama dan kepercayaan yang mencapai 41 orang. Ini luar biasa,'' tandas Badawi.

Menurutnya, dengan sering pertemuan dan silaturahmi antarumat beragama bisa menekan potensi konflik, khususnya di Kabupaten Semarang. Dalam audiensi itu hadir penasihat Gema FKUB Zaenudin dan Isroatun, keduanya anggota DPRD Kabupaten Semarang, serta para pengurus dari semua agama.


(Rony Yuwono/CN26/SM Network)