• KANAL BERITA

Pemkab Hentikan Pemanfatan Lahan Reklamasi

PELABUHAN REMBANG : Pelabuhan Rembang Terminal Sluke terlihat dari atas baru-baru ini. (SM/Mulyanto Ari Wibowo)
PELABUHAN REMBANG : Pelabuhan Rembang Terminal Sluke terlihat dari atas baru-baru ini. (SM/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Rembang menghentikan aktivitas pemanfaatan lahan hasil reklamasi Pelabuhan Rembang Terminal Sluke terhitung sejak 31 Juli 2019. Penghentian aktivitas untuk mencegah kerugian negara atas pemanfaatan tanah hasil reklamasi tanpa izin itu.

Penghentian itu berdasarkan Surat Bupati Rembang No 030/2166/2019. Bupati Abdul Hafidz membenarkan penghentian aktivitas pemanfaatan tanah pelabuhan berdasarkan Laporan Hasil Audit Operasional (LHAO) atas keberadaan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke.

Acuan lain Surat Kejaksaan Tinggi, Surat Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Tengah dan Nota Dinas Inspektur Rembang tanggal 26 Juni 2019 perihal Tindak Lanjut Hasil Kesepakatan tentang Luasan Lahan yang Dikuasai dan Dimanfaatkan oleh PT BAK, PT RBSJ, PT BRTK dan PT AHK.

Dalam surat tersebut, Bupati meminta agar setiap perusahaan yang mengunakan tanah di Pelabuhan Rembang Terminal Sluke untuk membayar kontribusi atas pemanfaatan tanah pelabuhan dari 31 Desember 2018 hingga penghentian aktivitas.

Namun pembayaran tersebut akan diperhitungkan kemudian. ''Kami akan segera mengelar lagi rapat bersama untuk pembayaran kontribusi atas pemanfaatan tanah pelabuhan itu,'' jelas dia.

Abdul Hafidz menambahkan langkah Pemkab itu diharapkan bisa menata permasalahan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. ''Kami harapkan ke depan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke bisa lebih bermanfaat bagi Kabupaten Rembang,'' terang dia.

Sebelumnya, pelabuhan di pinggir jalan pantura Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke itu selama beberapa tahun terakhir terjadi tarik ulur mengenai pengelolaannya. Meski demikian, di area pelabuhan yang seolah tak bertuan itu, marak aktivitas bongkar muat berbagai bahan tambang.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN39/SM Network)