• KANAL BERITA

Studium General IBN Tegal Hadirkan Profesor Nasarudin Umar

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

TEGAL, suaramerdeka.com - Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal menapaki usia ke-32. Sebagai perguruan tinggi keislaman swasta, IBN termasuk perguruan tinggi tertua di Jawa Tengah. Di Usianya yang ke-32, IBN melaksanakan studium general sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis pada selasa (17/9) di halaman Kampus IBN Tegal.

Menurut  Rektor IBN, Drs H Badrodin, MSI, dengan hadirnya dosen-dosen muda yang produktif, IBN semakin matang dalam kajian-kajian keislaman di wilayah regional, Nasional maupun internasional.

“Kami memiliki delapan prodi dengan dosen-dosen bersertifikasi, 6 sedang menjalani program doktor. Kampus kami merupakan instrument untuk melaksanakan keberislaman yang salah satunya bervisi kesetaraan gender”.

Masih menurut Badrodin, ini pula latar belakang studium general mengusung tema Perguruan Tinggi Keislaman Sebagai Basis Penafsiran Teks Bervisi Kesetaraan Gender.

“Di tengah ramainya tren kajian jender, IBN berikhtiar memberikan penyegaran wawasan dengan menghadirkan Profesor, ulama yang expert di bidangnya, Profesor Dr. KH. Nasarudin Umar, MA.”, lanjut Badrodin.

Dalam paparannya, Prof. Nasarudin Umar menjelaskan pentingnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam menjadi garda depan dalam studi-studi keislaman. Salah satunya harus berisi kesetaraan jender. Ini tidak lain karena hingga saat ini masih banyak kalangan yang justru menggunakan ayat-ayat israiliyat sebagai argumentasi keilmuannya.

“IBN harus menjadi salah satu kampus yang memperkaya diri dengan kajian-kajian tafsir hingga”, tegasnya.

Dalam pandangan Nasarudin, perempuan masih saja dilegitimasi sebagai yang separo diabnding laki-laki. Imbasnya, dalam konteks yang lebih luas, masih banyak perempuan yang tidak bisa menduduki posisi strategis di wilayah public. Ini semua mengharuskan mahasiswa dan dosen harus pula menguasai ilmu bahasa untuk mengetahui tafsir Alqur’an.

“Al-qur’an mengamanatkan kesetaraan. Perbedaan itu ada, tetapi tidak boleh ada pembedaan”, lanjutnya. 

Sebagai penutup, Nasarudin berpesan kepada mahasiswa agar tidak terburu-buru menghakimi fenomena keberagamaan di masyarakat dengan bid’ah, syirik dan kafir. Mahasiswa harus jeli mengkajinya terlebih dahulu.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan anugerah dosen berprestasi di kalangan IBN Tegal. H. Royani, Lc., LLM sebagai dosen berprestasi Fakultas ekonomi dan bisnis islam, Zaki Mubarok, MSI sebagai dosen berprestasi Fakultas Syariah dan Ushuludin dan H. M. Sobirin sebagai dosen berprestasi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan.


(Red/CN39/SM Network)