• KANAL BERITA

Golkar Mengawali Wacana Menuju Parlemen Modern

Proses Menuju Era Digitalisasi

FORUM DISKUSI: Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jateng menggelar forum diskusi bertajuk ''Parlemen Modern'', di ruang rapat Fraksi Golkar, lantai V Gedung Berlian, Rabu (18/9). Adapun narasumber acara yaitu Sekretaris Program Doktor Ilmu Sosial Undip DR Hidayat Sardini, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Wartawan Senior Agus Widyatmo, dan dari unsur masyarakat Kota Semarang Firdaus Adinegoro. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga )
FORUM DISKUSI: Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jateng menggelar forum diskusi bertajuk ''Parlemen Modern'', di ruang rapat Fraksi Golkar, lantai V Gedung Berlian, Rabu (18/9). Adapun narasumber acara yaitu Sekretaris Program Doktor Ilmu Sosial Undip DR Hidayat Sardini, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Wartawan Senior Agus Widyatmo, dan dari unsur masyarakat Kota Semarang Firdaus Adinegoro. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga )

SEMARANG, suaramerdeka.com - Partai Golkar telah mengawali untuk menggulirkan isu keberadaan Parlemen Modern di lembaga legislatif sejak 2016. Wacana tersebut kembali menguat kembali dalam beberapa waktu terakhir ini. Salah satunya dilaksanakan Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jateng, melalui forum diskusi bertajuk ''Parlemen Modern''.

Parlemen Modern merupakan sebuah usaha dalam menjadikan lembaga DPRD agar lebih transparan, mampu menampung aspirasi masyarakat secara menyeluruh dan cepat, serta mempermudah kinerja berbasis digital.

Selain itu, terjadi peningkatan sarana dan prasarana, menjalankan reformasi sistem pendukung dengan transformasi kepegawaian parlemen yang andal, hingga mengembangkan TV parlemen menjadi sarana siaran publik terkait kinerja dewan.

''Kami berharap ke depan, DPRD Jateng mampu mengawali untuk menjadi Parlemen Modern. Pengayaan-pengayaan itu diawali Fraksi Golkar dengan menggelar forum diskusi. Diharapkan nantinya, anggota DPRD Jateng mampu menjalankan tugas dan fungsinya (tupoksi) menjadi lebih efektif, efisien, akuntabel. Baik itu tupoksi pengawasan, anggaran dan legislasi,'' papar Ketua Fraksi Golkar DPRD Jateng Mohammad Saleh, di sela-sela forum diskusi di ruang rapat Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jateng, lantai V Gedung Berlian, Rabu (18/9).

Forum diskusi tersebut dihadiri kalangan akademisi, unsur masyarakat, media, anggota Fraksi Golkar, pejabat Sekretariat DPRD Jateng, dan tamu undangan lainnya.

Diharapkan mampu merumuskan bersama keberadaan Parlemen Modern. Selain itu, tambah dia, dalam rangka mengetahui kinerja dewan selanjutnya di masa mendatang.

Adapun beberapa produk digitalisasi di DPRD Jateng, lanjutnya, seperti produk online eWadul Dewan, eLibrary, dan eAspirasi, akan terus ditingkatkan. Misalnya saja dengan menuangkan dokumen ke dalam aplikasi, agar mudah didownload dan diakses masyarakat luas.

''Jadi bukan hanya berbasis website, namun juga aplikasi. Tujuannya agar masing-masing konstituen di Daerah Pilihan (Dapil) mengetahui apa yang dikerjakan setiap anggota dewan. Dampaknya, anggota dewan harus siap terbuka untuk segala hal. Bukan hanya kegiatan-kegiatan di Dapil saja. Fraksi Golkar berusaha untuk mendorong itu agar terwujud di DPRD Jateng,'' kata dia.

Hal ini, kata dia, akan mempermudah kinerja dewan. Misalnya saja, dalam setiap kali rapat pembahasan produk aturan, tidak perlu lagi melihat dan membawa salinan dokumen tebal ke mana-mana. Dicontohkannya, bila draft pembahasan tatib atau draft Perda tertinggal maupun terlupa, maka tidak perlu harus menyetak kembali.

''Hal semacam itu harus diubah menjadi <I>paperless<P> saja. Jadi cukup berbasis file yang bisa disimpan di aplikasi telpon pintar. Proses ini, akan mengirit penganggaran berkisar 30 persen hingga 40 persen. Khususnya dalam pengadaan salinan dokumen tersebut,'' kata dia.

Selain itu, Parlemen Modern juga harus mampu menciptakan suasana kedisiplinan yang ada di anggota dewan terkait kehadiran dalam rapat paripurna. Bila perlu, diumumkan kepada konstituen sebagai bentuk pertanggungjwaban anggot dewan tersebut.

''Bahkan bila perlu, saat ada anggota dewan yang sakit atau terkendala hal-hal teknis halangan lainnya, diperbolehkan untuk melangsungkan kehadiran dengan teleconference. Sebagai bentuk penerapan dari Parlemen Modern. Membuat pelaksanaan pengambilan keputusan masih bisa dilakukan tanpa kehadiran fisik. Tentunya, keputusan-keputusan tertentu seperti ini bisa dilangsungkan bila mendapatkan persetujuan dari anggota-anggota dewan lainnya,'' ujar dia.

Adapun narasumber dalam forum diskusi yaitu Sekretaris Program Doktor Ilmu Sosial Undip DR Hidayat Sardini, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, Wartawan Senior Agus Awo, dan unsur masyarakat Kota Semarang Firdaus Adinegoro.

Pada kesempatan tersebut, Hidayat Sardini menyatakan jika Parlemen Modern tidak hanya soal pemanfaatan teknologi informasi belaka. Turut dibutuhkan ide atau gagasan-gagasan baru, dalam pelaksanaannya. Seluruh anggota Fraksi Golkar diharapkan mampu menyumbangkan gagasan baru, dalam rangka mewujudkan usaha Parlemen Modern di DPRD Jateng.

''Saya pikir setiap anggota dewan butuh staf ahli untuk menunjang Parlemen Modern tersebut. Disamping itu, setiap anggota dewan harus bisa mendekati media massa, agar peka isu-isu publik yang muncul. Saya rasa Partai Golkar mampu melakukannya, mengingat pengalaman partai yang cukup lama,'' terang dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN39/SM Network)