• KANAL BERITA

Pembangunan Jalan Perlu Perhatikan Sisi Estetika

Pembangun Jalan Umum Diatur Perda

JALAN MONGINSIDI: Jalan Mongisidi, salah satu jalan umum yang dibangun Pemkot Salatiga dengan memperhatikan aspek estetika. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
JALAN MONGINSIDI: Jalan Mongisidi, salah satu jalan umum yang dibangun Pemkot Salatiga dengan memperhatikan aspek estetika. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi Pembangunan Valentino Haribowo mengatakan, pembangunan jalan umum akan diatur dalam Perda Kota Salatiga Nomor 17 Tahun 2018 tentang jalan. Keberadaan Perda ini penting, karena agar pemanfaatan jalan dapat tepat guna dan tepat manfaat.

"Dalam Perda itu di antaranya mengatur bahwa  pelaksanaan pembangunan jalan, tidak hanya dititikberatkan pada aspek fisik semata, melainkan perlu ditopang dengan sisi estetika. Keberadaan jalan tersebut menjadi representasi keberhasilan pembangunan di sebuah wilayah," katanya dalam sosialisasi Perda Kota Salatiga Nomor 17 Tahun 2018 di Ruang Plumpungan Gedung Setda Lantai 4, Selasa (17/9). Sosialisasi diikuti oleh perwakilan dari unsur kecamatan, kelurahan, dan unsur RW yang ada di kota Salatiga.

Menurut Valentiono, Perda No 17/2018 ini  akan menjadi rujukan dalam pemanfaatan jalan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, yang sudah memberikan fokus pembangunan yang telah dituangkan dalam RPJMD Kota Salatiga periode 2017-2022, tepatnya pada misi keempat. Di mana program unggulan tersebut adalah program rehabilitasi pemeliharaan jalan dan jembatan.

"Dalam upaya untuk mewujudkan hal tersebut, kami berharap adanya dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak terhadap pemeliharaan jalan. Untuk itu, pemahaman terhadap aturan jalan daerah, nasional dan provinsi agar bisa dipahami dengan baik sehingga akan berpartisipasi terhadap pembangunan infrastruktur Kota Salatiga nantinya.
Aturan yang ada di dalam perda tersebut nantinya agar tepat guna dan tepat manfaat,"ujarnya

Kepala Dinas PUPR Kota Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan bahwa di Perda tentang Jalan Kota Salatiga ini mengatur tentang pengaturan jalan yang mencakup penyelenggaraan jalan umum. Yaitu  meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan dan jalan khusus. Jalan umum tersebut  adalah jalan kota yang berada di jaringan jalan sekunder di dalam kota.

Menurutnya, Kebijakan perencanaan jalan akan didasarkan pada prinsip kemanfaatan, keamanan, keselamatan, keserasian, keadilan, transparansi, akuntabilitas, keberhasilgunaan dan kebersamaan. Sehingga pemberian bimbingan dan penyuluhan kepada aparatur jalan dan pemangku kepentingan di bidang jalan perlu dilakukan.

"Masyarakat berhak melaporkan penyimpangan pemanfaatan ruang manfaat jalan, ruang milik jalan dan ruang pengawasan jalan kepada penyelenggara jalan. Pemahaman akan aturan dalam perda ini penting dan bisa dijadikan landasan bersama," ungkap Agung.


(Moch Kundori/CN39/SM Network)