• KANAL BERITA

Kak Seto Terima Penghargaan Leprid

49 Tahun Mengabdi di dunia Anak

TERIMA PENGHARGAAN : Seto Mulyadi atau yang dikenal Kak Seto (kanan) bercerita dengan anak-anak usai menerima piagam penghargaan LEPRID di kantor Leprid Jl Berlian Semarang, Selasa (17/9).  (suaramerdeka.com/Dok)
TERIMA PENGHARGAAN : Seto Mulyadi atau yang dikenal Kak Seto (kanan) bercerita dengan anak-anak usai menerima piagam penghargaan LEPRID di kantor Leprid Jl Berlian Semarang, Selasa (17/9). (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dr Seto Mulyadi SPsi MSi atau yang akrab dipanggil Kak Seto mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid) atas dedikasinya mengabdikan diri di dunia anak-anak serta Pemrakarsa, Pendiri dan Pengembangan Homeschooling Pertama di Indonesia.

Penganugerahan penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum dan pendiri Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) Paulus Pangka di kantornya Jl Berlian Semarang, Selasa (17/9).

"Sudah sepantasnya kami mengapresiasi Kak Seto sebagai pelopor pendidikan homeschooling di Indonesia. Sejak mendirikan Homeschooling, Kak Seto ternyata mampu mengubah paradigma pendidikan di Indonesia yang semula semua mengandalkan pendidikan formal secara massal, kini terbuka adanya pilihan alternatif. Homeschooling menjadi alternatif pendidikan bagi sebagian masyarakat Indonesia dan kini berkembang pesat di mana-mana, "ungkap Paulus Pangka SH.

Tak hanya itu, Leprid juga memberikan penghargaan Live Achiefement atas dedikasi yang dilakukan Kak Seto selama 49 tahun mengabdikan diri untuk "ngemong" di dunia anak-anak Indonesia.

Menerima penghargaan tersebut, Kak Seto merasa termotivasi untuk tetap konsisten mengabdikan diri di dunia anak-anak Indonesia. Pria kelahiran Klaten tersebut mengutarakan dirinya berhutang budi karena mempunyai masa kanak-kanan yang sangat indah dengan penuh kekuatan cinta dan kasih sayang dari orang tua dan guru-gurunya.

"Saya pernah menjadi tukang koran, kuli pasar, tukang batu hingga pembantu rumah tangga. Dahulu saya anak yang sangat bandel. Meski kondisi demikian, saya dibesarkan didalam suasana penuh cinta dan kasih sayang, sehingga dalam kondisi apapun saya menjadi pribadi yang tumbuh dengan kekuatan cinta hingga dapat berprestasi menjadi juara tenis meja saat kanak-kanak. Untuk itu saya akan tetap konsisten mengabdi di dunia anak-anak dan membagikan inspirasi ini kepada anak-anak Indonesia,"jelasnya.

Menurutnya, lahirnya homeschooling karena saat itu dirinya ingin menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki ketrampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin masa depan.

"Jika ada anak yang dinilai bodoh sebenarnya mereka tidak bodoh, namun hanya perlu kejelian kita untuk mengarahkan mereka pada bidang yang disukainya. Setiap anak itu dilahirkan dengan kemampuan yang dimilikinya. Jadi mereka tidak hanya menjadi Rudy Habibie saja, anak-anak bisa menjadi Rudy Hartono, Rudi Hadisuwarno, Rudi Choirudin dan Rudy Salam yang memiliki kemampuan dan ketrampilan membanggakan di bidangnya masing-masing. Anak-anak harus dicetak bukan untuk kemampuan generalis namun menjadi seorang spesialis di bidangnya," jelasnya.

Menurutnya, Homeschooling bisa menjadi alternatif bagi anak-anak yang merasa memiliki beban saat mendapatkan pendidikan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Rata-rata karena dorongan orang tua yang tak mengetahui kemampuan dan minat anak.

"Homeschooling dapat mengarahkan anak pada minatnya sehingga mereka enjoy menerima pendidikan. Cara ini juga mampu melatih anak untuk menjadi mandiri dan bekerja sama,"jelasnya.


(Maulana M Fahmi/CN39/SM Network)