• KANAL BERITA

Jalan Kabupaten Belum Tersentuh Aspal

Ruas jalan Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu ke arah Desa Boto, Kecamatan Wonosari belum diaspal. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Ruas jalan Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu ke arah Desa Boto, Kecamatan Wonosari belum diaspal. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Ruas jalan dari simpang tiga Duta Yasa di ruas Jl Yogya-Solo, Kecamatan Delanggu ke arah Desa Boto, Kecamatan Wonosari merupakan jalan kabupaten namun belum sekali pun tersentuh aspal. Padahal jalan sepanjang sekitar dua kilometer itu merupakan jalur alternatif.

Warga Desa Boto, Kecamatan Wonosari, Walidi mengatakan, jalan di barat desanya sama sekali belum pernah tersentuh aspal. ''Hanya dimakadam dengan dipasangi batu,'' jelasnya, Rabu (18/9).

Menurutnya jalan milik kabupaten itu seingatnya dimakadam sejak 2008 dan hingga tahun ini belum pernah diaspal meskipun berulang kali disurvei bahkan dipasang patok. Kondisi jalan itu semakin lama semakin rusak parah sebab batu makadamnya sudah hilang.

Di beberapa titik muncul lubang cukup dalam yang merepotkan kendaraan saat melintas. Saat hujan jalan itu membahayakan sebab lubang jalan tidak tampak. Padahal jalan itu merupakan jalan penting alternatif.

Apabila Jl Pakis-Daleman ke arah Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo macet, kendaraan dari arah Solo berbelok ke kiri masuk Desa Boto dan melintas di jalan itu untuk tembus ke Jl Yogya-Solo. Sebaliknya warga dari Kecamatan Delanggu yang hendak ke Solo tetapi enggan terjebak macet bisa melintas jalur itu.

Walidi mengatakan lebar jalan sekitar 10 meter dan ditalut kanan dan kiri. Jalur itu pernah direncanakan untuk Jl Lingkar Timur Kecamatan Delanggu. Selain jalur alternatif, jalan itu akses utama warga ke sekolah dan ke pasar. Panjangnya hanya sekitar dua kilo meter sampai ke Desa Gatak, Kecamatan Delanggu.

Ruas dari Desa Boto ke Gatak sudah dicor, namun dari simpang Duta Yasa ke timur belum pernah dicor atau aspal. Tawar, warga lainnya mengatakan seingat dia dari muda hingga usia 60 tahun lebih, jalan itu belum pernah sekali pun diaspal.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, Suryanto, membenarkan jalan itu belum pernah tersentuh kegiatan peningkatan jalan. Pemkab berdalih status jalan Pemkab sedang fokus menangani jalur utama dan keterbatasan anggaran.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)