• KANAL BERITA

Air Sumur Dalam Krendowahono Terasa Asin

Pembuatan sumur dalam di Dusun Dukuh RT 6 RW 1 Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo. (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)
Pembuatan sumur dalam di Dusun Dukuh RT 6 RW 1 Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo. (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Pembuatan sumur dalam di Dusun Dukuh RT 6 RW 1 Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, mengeluarkan air asin saat uji coba penyedotan air. Pengeboran sejak Kamis (12/9) hingga titik kedalaman 125 meter.

Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat mengatakan, pembuatan sumur bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar dilakukan lantaran sumur bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Karanganyar rusak.

"Kami kemudian mengajukan bantuan ke Baznas, untuk membuat sumur bor lagi. Lokasi yang dibor sekarang, berpindah dari titik awal karena faktor teknis dan geografis. Bergeser 3 meter dari titik awal," katanya.

Setelah pengeboran hingga kedalaman 125 meter pada Selasa (17/9) sejak pukul 13.00 hingga Rabu (18/9) tengah malam air yang keluar terasa asin. "Penyedotan belum dilanjutkan lagi, karena mesinnya rusak,’’ katanya.

Kades mengatakan penyedotan akan dilanjutkan setelah membeli mesin baru selanjutnya sumur dikuras. ‘’Supaya kandungan air yang paling bawah bisa naik ke atas, sehingga air yang keluar tidak asin lagi," jelasnya.

Belum diketahui secara pasti, kenapa air sumur dalam terasa asin. Bantuan Baznas untuk pembuatan sumur Rp 80 juta. Dari jumlah itu, terpakai Rp 28 juta untuk keperluan pengeboran, pembelian pipa, mesin pompa, dan lainnya.

"Kalau nanti air yang keluar masih juga asin atau tidak layak konsumsi, mungkin akan pindah titik pengeboran lagi. Kami optimalkan bantuan dengan harapan hasilnya maksimal," katanya.


(Irfan Salafudin/CN40/SM Network)