• KANAL BERITA

APSAI Ingin Pendopo Pengabdian Jadi Sarana Publik

Segenap pengurus APSAI Kota Magelang yang diketuai oleh Edy Hamdani dikukuhkan oleh Ketua APSAI Pusat, Luhur Budi P di Pendopo Pengabdian Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Segenap pengurus APSAI Kota Magelang yang diketuai oleh Edy Hamdani dikukuhkan oleh Ketua APSAI Pusat, Luhur Budi P di Pendopo Pengabdian Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Magelang berkeinginan Pendopo Pengabdian di kompleks rumah dinas Wali Kota Magelang menjadi sarana publik. Hal ini agar pendopo tersebut tidak terkesan “angker”.

“Segera kami akan menemui Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito untuk meminta pendopo ini menjadi sarana publik. Utamanya bisa digunakan untuk anak-anak,” ujar Ketua APSAI Kota Magelang, Edy Hamdani, usai pengukuhan pengurus APSAI Kota Magelang di Pendopo Pengabdian, Selasa (17/9).

Dia menuturkan, pendopo ini mestinya bisa digunakan oleh masyarakat umum, utamanya anak-anak sebagai wujud implementasi Kota Layak Anak (KLA). Bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak dan memupuk kreativitas anak, seperti menari, menyanyi, dan sebagainya.

“Selain itu, kami juga ada usulan lain seperti tempat wisata ramah anak. Seperti masuk Gunung Tidar dan Taman Kyai Langgeng gratis untuk anak-anak, termasuk Pendopo Pengabdian ini harus terbuka untuk anak-anak. Tidak boleh pendopo ini tertutup gerbangnya,” katanya.

Edy yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Magelang ini menuturkan, sebelum APSAI terbentuk, sebetulnya perhatian para pengusaha terhadap anak-anak sudah ada. Dicontohkan, hotel-hotel di Kota Magelang yang tergabung dalam PHRI sudah menyediakan pojok baca, atau memiliki arena bermain anak.

“Sekarang terbentuk APSAI yang ke depan komitmen membentuk perusahaan ramah anak. Ia meyakini tidak akan ada kendala dalam melaksanakan kegiatan sosial ini,” ungkapnya.

Ketua APSAI Pusat, Luhur Budi P, menyambut baik dibentuknya APSAI daerah. Dia menyebutkan, kegiatan-kegiatan APSAI bisa sangat kompleks, misalnya dalam hal makanan.

“Beberapa anggota APSAI yang bergerak di bidang makanan, sekarang sedang berusaha menurunkan kadar gula dalam makanan yang dihasilkan. Saya nggak sebut mereknya, tapi ada es krim, susu bayi, dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPA RI, Leny Nurhayanti Rosalin mengapresiasi, kegigihan Pemkot Magelang, pengusaha, dan masyarakat dalam mewujudkan KLA. Ia pun memuji inovasi Pemkot dalam penyediaan ruang laktasi dan penitipan anak di pasar tradisional.

“Perlu terus dikembangkan ke seluruh pasar tradisional yang ada, sehingga predikat KLA benar-bernar terimplementasi di lapangan,” imbuhnya.


(Asef Amani/CN40/SM Network)