• KANAL BERITA

TBBM Boyolali Gelar Pelatihan Konservasi Biofarmaka

PT Pertamina (Persero) melalui Terminal BBM Boyolali menggelar pelatihan pengembangan Konservasi Biofarmaka (Tanaman obat) di kawasan Ecoedutourism Bukit Wonopotro, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Boyolali, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)
PT Pertamina (Persero) melalui Terminal BBM Boyolali menggelar pelatihan pengembangan Konservasi Biofarmaka (Tanaman obat) di kawasan Ecoedutourism Bukit Wonopotro, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Boyolali, kemarin. (suaramerdeka.com/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - PT Pertamina (Persero) melalui Terminal BBM Boyolali menggelar pelatihan pengembangan Konservasi Biofarmaka (Tanaman obat) di kawasan Ecoedutourism Bukit Wonopotro, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Boyolali, kemarin.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kebun Raya Indrokilo Boyolali mengangkat tema Konservasi dan Manfaat Biofarmaka bagi Pelestarian Lingkungan dan Wisata Edukasi ini diikuti 30 peserta dengan materi teknik eksplorasi, teknik identifikasi, teknik perawatan, dan teknik penataan tanaman Biofarmaka di taman pamer.

Operation Head Terminal BBM Boyolali, Mangku Hidayat Basuki mengatakan, kegiatan konservasi Biofarmaka merupakan salah satu program unggulan keanekaragaman hayati TBBM Boyolali.

PT Pertamina Terminal BBM Boyolali, lanjutnya, selalu berkomitmen mendukung misi perbaikan dan pelestarian lingkungan melalui Program Keanekaragaman Hayati baik di lingkungan TBBM Boyolali maupun masyarakat luas.

"Kami akan selalu berkomitmen dalam upaya-upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan, salah satunya yaitu dengan melakukan pelatihan peningkatan kemampuan SDM untuk perawatan biofarmaka. Harapannya dengan bekal ilmu dari pelatihan tersebut, masyarakat sekitar sadar dan mampu mengelola Kawasan Wonopotro dengan wawasan konservasi," katanya.

Selain kegiatan konservasi Biofarmaka, terdapat kegiatan konservasi Rusa Timor dan rehabilitasi lahan kritis di kawasan Bukit Wonopotro, Desa Blumbang. Upaya rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Bukit Wonopotro berupa kegiatan penanaman 1.000 pohon jati pada tahun 2014, sedangkan kegiatan konservasi Rusa Timor dimulai sejak tahun 2015 dengan jumlah awal dua ekor dan kini sudah menjadi sembilan ekor.

Ke depannya, Kawasan Bukit Wonopotro ini harapannya dapat berkembang menjadi kawasan konservasi yang dapat digunakan untuk wahana edukasi, rekreasi, dan kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.


(Cun Cahya/CN40/SM Network)