• KANAL BERITA

Lelang, Harga Limit Ruko Pamotan Rp 48 Juta

Rumah toko (ruko) mewah di eks-Kawedanan Pamotan sampai sekarang belum ditempati lantaran lambannya proses lelang yang dilakukan oleh Pemkab Rembang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Rumah toko (ruko) mewah di eks-Kawedanan Pamotan sampai sekarang belum ditempati lantaran lambannya proses lelang yang dilakukan oleh Pemkab Rembang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Harga limit untuk rumah toko (ruko) mewah dengan ukuran 6x10 meter di depan Masjid Pamotan diusulkan Rp 48 juta. Harga itu jauh lebih tinggi dari pada ruko di selatan masjid dengan ukuran 4x8 meter yang dipatok Rp 25 juta.

Harga limit tersebut merupakan hasil pertemuan antara tim lelang yang terdiri dari Dinperindagkop dan Bidang Aset BPPKAD Rembang, Selasa (17/9) siang. Harga tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Rembang untuk mendapatkan persetujuan.

Kabid Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rembang, Harjono menyatakan, harga limit ruko di eks-Kawedanan Pamotan sudah memperhitungkan daya beli penyewa.

Ia menjelaskan, penempat ruko akan ditentukan berdasarkan mekanisme lelang yang telah ditentukan. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah penawar tertinggi dan terlama mengontrak, akan menjadi prioritas penempat ruko.

“Harga tertinggi dan paling lama mendapatkan prioritas. Maksimal mengontrak lima tahun. Tertinggi (menawar) dan terlama mengontrak akan menjadi pemenang. Harga limit diusulkan, Bapak Bupati yang menyetujui,” terang Haryono.

Sementara itu, Kabid Pasar Dinperindagkop, Isnan Suprayogi menyebutkan, mulanya ada 28 pendaftar lelang ruko di Pamotan. Namun, belakangan delapan pendaftar mengundurkan diri sehingga tersisa 20 orang. Latar belakang pendaftar beragam, mulai dari pengusaha sampai perbankan di Rembang.

Menurutnya, jumlah pendaftar lelang masih bisa bertambah atau juga berkurang. Tim masih akan menunggu pihak pendaftar sampai satu pekan ke depan sebelum mekanisme lelang dilakukan secara terbuka atau tertutup.

“Kalau saya tidak pesan (ruko) sama sekali. Justru kami berharap (masyarakat) ramai bisa ikut. Kami tidak ada rekayasa, tidak setingan. Kalau saya ikut lelang, saya musuhan sama wartawan (menyebut nama wartawan),” papar Isnan.

Ia memberikan alasan mengapa penempatan ruko mewah di Pamotan mundur. Menurutnya, ruko mewah di Pamotan adalah baru kali ini ada di Rembang. Sehingga, pihaknya perlu belajar pengalaman dari berbagai daerah, termasuk Demak. “Kami harus belajar, ini baru pertama kali melelang ruko,” pungkasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN26/SM Network)