• KANAL BERITA

Darah PMI Sleman Penuhi Standar Mutu

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman tahun ini bekerjasama dengan RSUP Sardjito melakukan pemeriksaan sampel darah untuk menguji kualitasnya. Pengujian dilakukan terhadap whole blood (darah segar) maupun komponen darah yang terdiri dari beberapa parameter seperti sel darah merah, trombosit, plasma darah, dan leukosit.

Keseluruhan hasilnya, sebagaimana diungkapkan Ketua PMI Sleman Sunartono, dinilai layak dan memenuhi ketentuan sesuai yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomer 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Tranfusi Darah. "Darah harus selalu dikontrol kualitasnya. Kantong darah bisa diberikan kepada pasien jika aman dari penyakit, dan reaksi samping," terang Sunartono disela acara puncak peringatan HUT PMI ke-74 tingkat Kabupaten Sleman, kemarin.

Pengujian quality control ini dilakukan dengan metode sampling dari berbagai tingkatan umur darah. Masing-masing darah usia muda yang berumur kurang dari enam am, tengahan satu minggu, dan tua di atas satu minggu. Kerja sama dengan RS Sardjito untuk menguji kualitas darah baru kali ini dilaksanakan oleh PMI Sleman. Pemeriksaan serupa pernah dilakukan dua tahun lalu oleh PMI Pusat, dan hasilnya juga dinyatakan baik.

Ditambahkan Sunartono, permohonan tranfusi komponen darah dari masyarakat selama ini cukup tinggi. Permintaan paling banyak adalah sel darah merah disusul darah segar, dan komponen trombosit serta plasma. "Kami sudah bisa menyediakan kebutuhan komponen darah tapi perlu pengolahan dulu," kata dia.

Dalam pengolahan darah, pihaknya masih menggunakan teknologi konvensional. PMI Sleman belum memiliki mesin apheresis yang dilengkapi teknologi pengambilan komponen darah sesuai kebutuhan. "Kami belum programkan apheresis karena anggarannya mahal. Sekali donor butuh biaya sekitar Rp 3,6 juta. Bagi pendonor juga bisa menimbulkan rasa kurang nyaman karena waktu yang diperlukan paling cepat dua jam untuk mengambil darah," bebernya.

Sedangkan teknologi konvensional, kendati harus ada pengolahan terlebih dulu namun biayanya relatif murah, dan pendonor tidak perlu menunggu lama. Sementara itu, dalam kegiatan puncak peringatan HUT PMI tersebut diadakan pula penyerahan penghargaan kepada 65 orang yang telah melakukan sebanyak 25 kali atau lebih. Selain itu juga ada latihan pertolongan pertama kepada PMR, dan donor darah.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)