• KANAL BERITA

Presiden Jokowi Harus Memandang Kabut Asap Sebagai Bencana Besar

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com — Anggota DPD RI yang juga aktivitis perlindungan anak Fahira Idris mengungkapkan, jargon pemerintahan periode kedua Jokowi yang fokus kepada pembangunan SDM bahkan dijadikan tagline Hari HUT ke-74 Kemerdekaan RI yaitu 'SDM Unggul Indonesia Maju' tidak akan bermakna sama sekali jika anak-anak bangsa yang merupakan kunci kemajuan Indonesia masih terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan.

“Presiden Jokowi harus memandang kabut asap ini adalah bencana besar bagi beliau dan bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia unggul, jadi harus ditangani serius. Bangsa ini terancam kehilangan generasi unggul akibat terpapar asap. Jangan pandang ini sebagai bencana biasa karena dampak jangka panjangnya sangat merugikan bangsa. Segeralah lakukan terobosan. Rakyat terutama di Sumatera dan Kalimantan sudah letih terus dihantui kabut asap,” ujar Senator Jakarta ini.

Pernyataan menyakinkan Jokowi saat debat Pilpres yang menyatakan bahwa tidak pernah ada kebakaran hutan dalam tiga tahun terakhir yang kemudian diralat bahwa kebakaran hutan turun drastis karena pemerintah sudah mampu mengatasinya ternyata melenakan banyak pihak. Jika memang pemerintah sudah mampu mengatasi karhutla maka saat ini bencana yang menyengsarakan rakyat di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan tidak akan separah ini.

“Jika saat debat dan kampanye kemarin Presiden mengklaim sudah berhasil dalam penanganan karhutla, harusnya kondisi seburuk ini tidak terjadi lagi. Bencana kabut asap ini sudah berulang-ulang, harus semakin ke sini Pemerintah tidak gamang dan lebih cepat dan responsif mengatasinya. Tetapi faktanya penangannya masih sporadis dan tidak komprehensif,” tandas Fahira.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)