• KANAL BERITA

Selama Karhutla Masih Terjadi, Visi SDM Unggul Jokowi Cuma Mimpi

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com — Anggota DPD RI yang juga aktivitis perlindungan anak Fahira Idris mengungkapkan, begitu banyak kerugian dan kesengsaraan yang harus ditanggung rakyat di beberapa daerah di Sumatera dan Kalimanatan akibat bencana kabut asap. Sementara bagi bangsa ini, jika bencana karhutla tidak tertangani dengan baik termasuk penanganan korban maka kita terancam kehilangan generasi dan SDM unggul di masa depan.

“Selama karhutla masih terjadi, visi SDM unggul Jokowi cuma mimpi. Bangsa ini tidak akan pernah jadi bangsa unggul saat ini di masa depan jika rakyatnya terus dihantui kabut asap. Bencana ini luar biasa merusak sendi-sendi utama kehidupan bangsa ini terutama masa depan anak-anak kita yang terpapar asap,” tukas Fahira di Komplek Parlemen, Senayan.

Bayi dan anak-anak serta kelompok rentan lainnya (perempuan, ibu hamil, hingga lansia) adalah korban yang paling merasakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan kabut asap di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ibu hamil yang terpapar asap dan tidak ditangani dengan baik berpotensi melahirkan bayi stunting, cacat atau bahkan meninggal.

Selain itu, polutan kabut asap membahayakan paru-paru bayi yang sedang berkembang dan dapat secara permanen merusak otak bayi yang sedang berkembang. Sementara pada anak balita dan anak usia sekolah kabut asap bisa mengakibatkan gangguan kecerdasan.
 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)