• KANAL BERITA

Rencana Induk KEK Pariwisata Dimatangkan Pemkab Sleman

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Menyambut rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen, Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan strategi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kawasan ini akan dipusatkan di sekitar daerah Maguwoharjo, Kecamatan Depok yang selama ini dipandang pertumbuhan ekonominya cukup pesat. 

Sejumlah fasilitas yang dapat mendukung keberadaan KEK juga sudah ada di Maguwoharjo di antaranya stadion, destinasi Jogja Bay, embung Tambakboyo, dan Candi Gebang. Ke depannya, kawasan itu akan dikembangkan dengan konsep mice, theme park, dan wisata olahraga.

"Itu (Maguwoharjo) adalah kawasan berkembang. Jika hanya ditahan justru akan terkavling sehingga manfaatnya kurang mengena ke masyarakat. Karena itu digagas untuk dijadikan KEK," kata Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting, Selasa (17/9).

Konsep KEK adalah menumbuhkan daerah pinggiran. Pengajuannya bisa dilakukan oleh badan usaha, pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Untuk KEK di Sleman, diajukan oleh badan usaha yang telah memiliki izin prinsip. 

Luasan makro lokasi kawasan diproyeksi kurang lebih 136 hektare. Namun sejauh ini, lahan belum dikuasai. Adapun prosesnya, setelah ada lampu hijau untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut, pihak pelaksana akan mengajukan izin lokasi. Sesudahnya baru membeli tanah dilanjutkan dengan pengurusan dokumen seperti site plan, IMB, dan lainnya.

"Master plan (rencana induk) KEK sekarang sedang digodok oleh investor. Bupati sudah mengeluarkan surat persetujuan KEK tapi master plan harus dikonsultasikan dengan pemkab," beber Dona.

KEK Pariwisata Maguwoharjo nantinya akan menjadi suatu kawasan yang dikuasai oleh konsorsium. Diterangkan Dona, sesuai ketentuan yang ada, pemkab tidak boleh langsung masuk di dalamnya melainkan lewat BUMD. Namun konsekuensinya harus mengubah RPJMD yang membutuhkan proses panjang. "Belum tahu mekanismenya bagaimana tapi kita harus masuk karena disitu (KEK) ada stadion milik pemkab," tandasnya.

Dengan dijadikan KEK, banyak keuntungan yang akan didapatkan termasuk pengembangan infrastruktur dan kemudahan perizinan. Saat ini, pembentukan KEK sedang dalam proses mengumpulkan persyaratan untuk kemudian dibawa ke Dewan KEK Nasional. Jika dinilai layak, maka akan ditetapkan dengan Peraturan Presiden. Apabila sudah ada penetapan, semua pihak yang terlibat didalamnya harus tunduk terhadap aturan master plan. Jika melanggar ketentuan, konsekuensinya akan dikeluarkan dari KEK


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)