• KANAL BERITA

Asmara Berlabuh di Penjara, Paslon Pengantin Bawa Sabu 7,3 Gram di Rembang

Pasangan Calon Pengantin Bawa Sabu 7,3 Gram

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa memimpin rilis pengungkapan penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti cukup besar seberat 7,3 gram dari satu kasus.
Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa memimpin rilis pengungkapan penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti cukup besar seberat 7,3 gram dari satu kasus.

REMBANG, suaramerdeka.com – Nasib kurang beruntung dialami oleh pasangan calon pengantin asal Semarang dan Gresik saat melintas di Jalan Kaliori Rembang. Kisah asmara dua sejoli yang sejatinya akan menikah pada pekan depan itu harus berlabuh di penjara.

Keduanya harus menginap di hotel prodeo Polres Rembang lantaran kedapatan membawa sabu-sabu. Tidak tanggung-tanggung, sabu-sabu yang dibawa tersangka memiliki berat 7,3 gram. Barang bukti tersebut merupakan rekor terbesar dalam sejarah pengungkapkan kasus sabu-sabu di Rembang.

Kasus tersebut saat ini ditangani Satresnarkoba Polres Rembang. Kapolres AKBP Pungy Bhuana Santosa didampingi Kasatresnarkoba Iptu Edi Sismanto, Selasa (17/9) menggelar rilis pengungkapan kasus.

Dua tersangka masing-masing adalah Moch Arifin (33), warga Rt 2 Rw 2 Desa Gempolkurung Menganti Gresik. Sedangkan satu tersangka perempuan adalah Wulan Novita (22), warga Rt 3 Rw 2 Desa Merbuh Singorojo Kendal.

Penangkapan dua sejoli dimabuk asmara itu bermula saat petugas mendapatkan informasi tentang adanya seseorang yang diduga membawa narkoba. Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di Kaliori.

Sebuah mobil Honda Jazz biru Nopol H 1593 BH digeledah. Hasilnya, sabu-sabu sebesart 7,3 gram berhasil diamankan. Selain itu, polisi juga menemukan satu buah pil ekstasi berwarna pink dari tersangka.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santosa menyatakan, pengungkapkan kasus sabu ini adalah sesuai yang bombastis. Sebab, barang bukti yang berhasil diamankan mencapai lebih dari 7 gram.

“Sabu-sabu ini oleh tersangka diecer, dijual di sepanjang jalan yang dilalui dari Surabaya-Semarang. Ini salah satu pengungkapan besar dari Polres Rembang. Saya berterima kasih, dan berharap bisa dikembangkan,” terang Pungky.

Tersangka Arifin mengaku, barang haram tersebut merupakan titipan dari teman untuk dibawa ke Semarang. Jumlah sabu yang dibawa itu sesuai dengan pesanan yang dititipkan temannya. Ia sendiri mengklaim baru kali ini mengonsumsi sabu-sabu.

“Baru sekali, mau perjalanan jauh dipakai, biar betah melek, menambah stamina. Saya ke Gresik untuk mengurus surat (pernikahan). Jumlah (sabu) sesuai pesanan, disuruh mengantar,” kata Arifin.

Sementara itu, tersangka lainnya, Wulan mengaku sudah dua kali mengonsumsi sabu bersama calon suaminya. Serbuk putih itu dipakai di Gresik, di rumah teman Arifin. Ia tidak melanjutkan mengonsumsi sabu karena batuk.

Mau Menikah

“Saya (pakai) diajak, dua kali dan batuk terus saya tinggal. Di Gresik mengurus surat (menikah) Saya baru sebulan kenal dengannya (Arifin). Rencana mau menikah minggu depan,” papar Wulan.

Sebelumnnya Satresnarkoba juga menangkap Nur Musyahid (34), warga Rt 10 Rw 1 Desa Robayan Kalinyamatan Jepara. Penangkapan tersangka terbilang unik, lantaran buah dari kasus kecelakaan yang dialaminya.

“Tersangka mengemudi, dan istirahat mengisap sabu. Ia ditangkap saat mengalami kecelakaan di Jalan Kaliori. Kendaraan ringsek, dan ketika olah TKP ditemukan barang bukti. Pelaku mengonsumsi sabu saat perjalanan dari Surabaya-Semarang,” imbuh Kasatresnarkoba Polres Rembang, Iptu Edi Sismanto.


(Ilyas al-Musthofa/CN34/SM Network)