• KANAL BERITA

Waduk Gajahmungkur Mengering, Sejumlah Area Jadi Objek Wisata Dadakan

Sejumlah warga menikmati pemandangan dari atas perahu yang kandas di Waduk Gajahmungkur, Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Sejumlah warga menikmati pemandangan dari atas perahu yang kandas di Waduk Gajahmungkur, Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Saat air Waduk Gajahmungkur menyusut, sejumlah area pasang-surut di Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri mengering. Lokasi tersebut menjadi objek wisata dadakan.

Kepala Desa Glesungrejo, Andi Wirawan mengatakan, warga berdatangan ke lokasi tersebut untuk menikmati pemandangan sore menjelang matahari terbenam. Setiap sore puluhan hingga ratusan warga menikmati suasana area waduk yang mengering tersebut.

Pasalnya, padang rumput hijau luas muncul ketika dasar waduk mengering. "Ramai juga anak-anak muda menikmati suasana sore di area rumput yang luas," katanya.

Kesempatan itu digunakan para penjual makanan untuk menggelar lapak di area waduk di sekitar lokasi. Bahkan, warga tampak menikmati makanan dengan lesehan sambil menunggu matahari tenggelam.

Selain itu, saat air waduk menyusut beberapa ruas jalan yang sebelumnya terendam air, sekarang bisa dilewati kendaraan bermotor. Salah satunya jalan dari Desa Tegalharjo (Kecamatan Eromoko) sampai Desa Glesungrejo (Kecamatan Baturetno).

Jalur yang di musim hujan tertutup genangan air waduk itu kini mulai mengering, sehingga bisa dilewati kendaraan bermotor. "Jalan Eromoko-Glesungrejo sudah bisa dilewati," katanya.

Selain menjadi jalan pintas dari Eromoko ke Baturetno, jalur tersebut dimanfaatkan para pencari rumput dan petani di area pasang-surut Waduk Gajahmungkur. "Ada juga orang dari Pacitan ingin merasakan jalan Glesungrejo-Eromoko," ujarnya.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)