• KANAL BERITA

Pipa PDAM Bocor, Jl Yogya-Solo Berlubang

Badan jalan di Jl Yogya-Solo, Kecamatan Delanggu berlubang karena ada jaringan pipa PDAM rusak. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Badan jalan di Jl Yogya-Solo, Kecamatan Delanggu berlubang karena ada jaringan pipa PDAM rusak. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Jaringan pipa air milik PDAM Surakarta di Jl Yogya-Solo, Kota Kecamatan Delanggu bocor menyebabkan badan jalan nasional itu berlubang dan membahayakan pengguna jalan jika tidak segera mendapat penanganan.

Pengawas jalan dari PPK 4.3 Jalan Kartasura-Prambanan, Dwi Sartono mengatakan, belum diketahui pasti kapan jaringan pipa itu bocor. ''Yang jelas kalau tidak segera ditangani akan membahayakan pengguna jalan,'' katanya, Selasa (17/9).

Dwi mengatakan kebocoran pipa itu sudah beberapa saat. Sehingga air keluar di badan jalan serta merusak aspal. Padahal jalan itu setiap hari ramai oleh pengguna jalan. Agar tidak membahayakan, PPK sesuai tugasnya melaksanakan perbaikkan.

Untuk perbaikan pipa PDAM belum ditentukan kapan akan dilakukan. Lokasi akan ditambal dan diaspal lagi sehingga tidak membahayakan. Dibutuhkan waktu satu sampai dua hari untuk perbaikkan. Sehingga pengguna jalan diminta berhati-hati melintas.

Agar tidak terjadi kerawanan kecelakaan, petugas sudah memasang rambu dan garis di lokasi selama perbaikan berlangsung. Supri, salah seorang warga sekitar mengatakan kebocoran pipa itu sebenarnya sudah sejak beberapa hari lalu.

Air sering merembes ke badan jalan tetapi warga tidak tahu jika ada saluran pipa milik PDAM. Di sepanjang jalan nasional tersebut sering terjadi kebocoran tetapi pipa air milik PDAM Klaten.

Padahal, menurut Supri, jalan nasional itu ramai setiap hari selama 24 jam. Rusaknya pipa dimaklumi sebab jalur itu merupakan jalur padat kendaraan, terlebih di jalan nasional itu di Kota Kecamatan Delanggu sangat ramai.

Eko, warga lain mengatakan, seharusnya pemilik jaringan pipa air di jalan nasional itu rutin mengecek. Paling tidak memasang papan pengumuman atau nomor telepon yang bisa dihubungi saat ada kerusakan.

Dengan begitu warga bisa secepatnya melapor jika ada yang bocor. Selama ini warga bingung hendak melapor kemana sebab tidak tahu jalurnya. Apalagi jika pipanya milik PDAM di luar Klaten, warga jelas tidak paham.

''Kemungkinan pipa sudah tua sebab sering bocor di beberapa tempat,'' jelasnya.

Jalur Delanggu banyak pipa air sebab dekat dengan sumber mata air besar Kecamatan Polanharjo dan Tulung.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)