• KANAL BERITA

Sebanyak 4.500 Orang di Salatiga Menganggur

Para pencari kerja memadati stan-stan perusahaan dalam  bursa kerja bertajuk Salatiga Job Fair 2019 di GPD, Selasa (17/9). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Para pencari kerja memadati stan-stan perusahaan dalam bursa kerja bertajuk Salatiga Job Fair 2019 di GPD, Selasa (17/9). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, menyebut jumlah pengangguran terbuka di Salatiga hingga saat ini mencapai 4.500 orang. Meski tergolong kecil, tetapi Pemkot akan terus berupaya menekan angka pengangguran itu secara bertahap.  

"Saat ini angka pengangguran di Kota Salatiga masih berada di kisaran 4.500 orang. Jumlah pengangguran terdaftar membuat kartu kuning sebanyak 854 orang. Karenanya, saya sangat menyambut baik kegiatan seperti bursa kerja ini, sebagai upaya nyata mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana fokus RPJMD Kota Salatiga Tahun 2017-2022," katanya, saat membuka Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Kota Salatiga 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Salatiga di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga, Selasa (17/9).

Ditambahkan Wali Kota, Pemkot Salatiga terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Salatiga. Upaya tersebut sedikit demi sedikit, telah menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan.

"Salah satunya dengan penurunan angka kemiskinan yang kini mencapai angka 4,84 persen. Capaian tersebut menjadikan kota kita menjadi kota dengan angka kemiskinan terendah kedua se-Provinsi Jawa Tengah," ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa job fair atau bursa kerja  juga menjadi salah satu perwujudan penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara kompetitif dan transparan. Melalui job fair, di mana terdapat penyediaan informasi lowongan kerja secara terpusat diharapkan akan memberikan ruang komunikasi dua arah antara pengguna dan pencari kerja. Ada pun  pemerintah bertindak sebagai fasilitator. Sebanyak 4.255 lowongan kerja ditawarkan oleh 34 perusahaan dalam bursa kerja kali ini.  

"Job fair seperti ini sebagai upaya Pemkot untuk mengurangi angka pengangguran. Dengan pengangguran terkurangi, otomatis kemiskinan juga terkurangi. Kami berharap banyak lulusan terutama dari SMA/SMK terserap dalam bursa kerja ini. Pemkot rutin menyelenggarakan bursa kerja dalam setiap tahunnya," katanya.

Wali Kota Salatiga menyampaikan terima kasih kepada 34 perusahaan yang telah berpartisipasi dengan menyediakan lebih dari 4.200 lowongan pekerjaan. Ia berharap agar lowongan tersebut semuanya dapat diisi oleh pencari kerja di Kota Salatiga yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Sementara itu Plt Kepala Dispernaker Kota Salatiga, Marwoto menjelaskan, bahwa dari ke-34 perusahaan tersebut, 13 perusahaan berasal dari Kota Salatiga,  sedangkan sisanya berasal dari Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Boyolali, Sukoharjo dan Klaten.

"Pameran kesempatan kerja menawarkan 4.255 lowongan kerja dari 34 perusahaan yang bergerak di bidang garmen, otomotif, kesehatan, manufaktur, makanan, perbankan, kecantikan dan sebagainya. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu Selasa (17/9) dan Rabu (18/9)," jelasnya.

Setelah membuka kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris, beserta ibu dan Kepala SKPD terkait, camat dan lurah mengunjungi stan perusahaan peserta Salatiga Job Fair 2019 ini.


(Moch Kundori/CN40/SM Network)