• KANAL BERITA

Bupati Pati Minta Kapal Parkir di Satu Sisi

Sejumlah kapal terlihat parkir di sepanjang di aliran sungai Juwana beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Sejumlah kapal terlihat parkir di sepanjang di aliran sungai Juwana beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Bupati Pati, Haryanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten berupaya membantu menyelesaikan sejumlah persolahan yang menjadi kendala proyek normalisasi Sungai Juwana. Salah satunya masalah bangkai kapal dan parkir kapal yang semrawut.

Haryanto akan berkoordinasi dengan paguyuban nelayan. Pemkab menawarkan solusi parkir di satu sisi alur sungai. ‘’Bila semula rapat di kanan kiri sungai, sekarang hanya di satu sisi saja. Kalau kanan ya kanan semua kalau kiri ya kiri semua,’’ katanya.

Bupati mengakui kendala pada dasarnya ada tapi tetap bisa dilaksanakan. Sehingga Pemkab akan membantu dalam mencarikan solusi dalam pelaksanaan normalisasi. Terlebih proyek dari pusat itu ke depan yang menikmati secara keseluruhan adalah warga Pati sendiri.

Setelah sungai dinormalisasi, kata Bupati, baik petani, pemilik tambak maupun para nelayan akan mendapat manfaat. ‘’Kami sudah komunikasikan lewat paguyuban dan tim keamanan terpadu,’’ ujarnya.

Dia pun menyebut jika waktu pelaksanaan normalisasi tersebut masih mencukupi.

Sebelumnya, pelaksanaan normalisasi Sungai Juwana senilai Rp 40 miliar menyebut proyek belum bisa maksimal. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana mengaku bangkai kapal dan kapal parkir di sepanjang tempat pelelangan ikan (TPI) menjadi kendala dalam pelaksanaan normalisasi tersebut.

‘’Kendala kami ada pada bangkai kapal dan kapal yang parkir mulai dari Jembatan Juwana ke hilir. Selama masih ada kapal di sepanjang sungai maka proses pengerukan tidak bisa dilakukan,’’ kata Kepala BBWS Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno.

Padahal pihaknya mengaku jika penanganan Sungai Serang, Lusi, dan Juwana ditargetkan rampung pada 2021 mendatang. Untuk mempersiapkan proyek itu, BBWS telah menyiapkan desainnya.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)