• KANAL BERITA

Muhaimin Beri Masukan Pemerintah Inggris Terkait Islam, Keamanan dan Migrasi 

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

LONDON, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhaimin Iskandar melakukan pembicaraan tertutup dengan para pembuat kebijakan utama dalam Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Pertemuan itu difasilitasi oleh Bayt Ar Rahmah, sebuah organisasi dakwah Islam yang didirikan oleh K.H. A. Mustofa Bisri di North Carolina, Amerika Serikat, pada tahun 2014 yang lalu.

Dua orang utusan “Bayt Ar Rahmah” ikut mendampingi Muhaimin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dalam pertemuan tersebut. Dituanrumahi oleh Policy Exchange, sebuah think tank Inggris yang paling berpengaruh, di kantor pusatnya yang berdekatan dengan Istana Westminster, pembicaraan yang mendalam mengeksplorasi peningkatan kerja sama di berbagai bidang antara Republik Indonesia dan Kerajaan Inggris, termasuk hubungan diplomatik bilateral, perdagangan, keamanan dan geopolitik. 

Sebelum itu, Nahdlatul Ulama telah memulai upaya mengembangkan peran di Inggris pada momentum yang amat krusial baru-baru ini, ketika kerajaan itu mencari mitra baru setelah keluar dari Uni Eropa ("Brexit") dan berkepentingan untuk menjalin hubungan dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Dalam satu tahun terakhir ini, partai-partai politik utama di Eropa telah memandang Nahdlatul Ulama dan PKB sebagai mitra penting, yang memiliki kemampuan dan otoritas keagamaan yang diperlukan untuk secara efektif mengatasi berbagai ancaman keamanan yang terkait dengan Islam, terorisme, dan migrasi. Keterlibatan Nahdlatul Ulama dan PKB di Eropa dirancang untuk mengoperasionalkan Deklarasi Gerakan Pemuda Ansor tentang peta jalan “Islam Untuk Kemanusiaan (Al Islam lil Insaniyyah), dengan mendorong munculnya konsensus masyarakat untuk menolak setiap upaya memperalat Islam sebagai senjata politik.

Pada tanggal 27 November 2018, PKB bergabung dengan jaringan politik terbesar di dunia, Centrist Democrat International (IDC - CDI), yang gugus afiliasinya di Eropa adalah European Peoples Party (Partai Rakyat Eropa). Pada tanggal 10 April 2019, Komite Eksekutif IDC - CDI dengan suara bulat mengadopsi resolusi yang diajukan oleh PKB, yang mendukung agenda “Islam Untuk Kemanusiaan” dan misinya untuk mendorong munculnya peradaban global yang ditegakkan diatas dasar penghargaan terhadap persamaan hak dan martabat bagi setiap manusia.

"Sungguh membesarkan hati bahhwa ada seorang pemimpin Muslim, Yang Mulia Bapak Muhaimin Iskandar, yang mengingatkan kita di sini, di Inggris, tentang Islam Untuk Kemanusiaan yang selama ini merupakan wajah Islam yang kita hidupi bersama, tetapi sekarang berada di bawah ancaman dari kelompok-kelompok Islam transnasional yang berusaha merusak keharmonisan masyarakat kita," kata seorang tokoh Muslim terkemuka yang bekerja dalam pemerintahan Inggris.

Setelah pertemuan di Policy Exchange tersebut, dua orang utusan Bayt Ar Rahmah membawa pesan Muhaimin Iskandar ke sebuah pertemuan tertutup berikutnya di 10 Downing Street bersama pembantu-pembantu terdekat Perdana Menteri Boris Johnson, sementara Ketua Umum PKB harus mengikuti kegitan di tempat lain.


(Mahendra Bungalan/CN19/SM Network)