• KANAL BERITA

Sempat Vakum, Baksos Bagi Bagi Nasi Kembali Diaktifkan

AKSI SOSIAL: Anggota dan Pengurus Komunitas BPT bersiap melaksanakan aksi sosial bagi-bagi nasi gratis bagi tukang becak, tukang parkir, dan dhuafa di seputar wilayah Kutoarjo, Purworejo, Minggu (15/9) sore.
AKSI SOSIAL: Anggota dan Pengurus Komunitas BPT bersiap melaksanakan aksi sosial bagi-bagi nasi gratis bagi tukang becak, tukang parkir, dan dhuafa di seputar wilayah Kutoarjo, Purworejo, Minggu (15/9) sore.

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Aksi kepedulian sosial membagi-bagikan nasi gratis kepada para tukang becak, tukang parkir, dan dhuafa kembali dilakukan komunitas Berita Purworejo Terbaru (BPT). Sebelumnya, bakti sosial (baksos) ini sempat vakum selama beberapa bulan.

Aksi bagi-bagi nasi kota dilaksanakan di seputar wilayah Kecamatan Kutoarjo, Minggu (15/9) sore. Belasan anggota BPT berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini membagikan puluhan nasi kotak gratis. Penanggung jawab aksi sosial bagi-bagi nasi BPT, Iit Dwita mengungkapkan, aksi sosial ini sebenarnya merupakan program rutin BPT setiap dua minggu sekali, namun sempat vakum dan kini diaktifkan kembali.

“Sempat vakum setelah anev (analisis dan evaluasi) dan reorganisasi sekitar empat bulan. Setelah terbentuk kepengurusan baru, kemudian kami aktifkan kembali, kemarin merupakan kegiatan bagi-bagi nasi jilid ke-43 yang merupakan putaran perdana (kepengurusan baru),” ungkapnya, Senin (16/9).

Semula kegiatan ini digelar setiap hari Jumat, namun karena pada hari itu sudah banyak pihak yang juga melakukan pembagian nasi gratis maka kegiatan dialihkan di hari Minggu. Sasaran kegiatan ini yakni para tukang becak, tukang parkir, serta dhuafa di pinggir jalan.

“Lokasi kita pindah-pindah, kemarin di Kutoarjo, yang ke depan rencana di wilayah kota Purworejo. Kalau yang dulu kita di seputaran Alun-alun Purworejo dan Baledono,” tutur Iit.

Penanggung Jawab Sosial BPT, Thary mengungkapkan, aksi kepedulian sosial bagi-bagi nasi gratis ini merupakan salah satu program kegiatan BPT didukung oleh para donatur. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban kebutuhan para tukang becak, tukang parkir, serta dhuafa yang ada di jalan.

Kegiatan ini rencananya akan tetap digelar rutin dua minggu sekali. Selain itu, direncanakan juga akan kembali mengaktifkan kegiatan sosial lainnya yang juga sempat vakum, yakni pemberian bantuan sembako dan pakaian pantas pakai di wilayah-wilayah yang aksesibilitasnya masih relatif sulit dijangkau. “Juga ada kegiatan sosial pengecatan mushola,” katanya.

Thary menambahkan, BPT merupakan komunitas yang bermula dari media sosial di Facebook untuk saling berbagi informasi. Selain di Facebook, anggota komunitas juga terhimpun dalam group whatsapp.

“Anggota aktif yang sering menghadiri kegiatan BPT sekitar 50 orang. Kalau total anggota keseluruhan di group whatsapp 200 lebih. Di facebook ada 200 ribu lebih member yang menyimak Purworejo di berbagai kota, bahkan juga dari luar negeri,” imbuhnya.


(Panuju Triangga/CN34/SM Network)