• KANAL BERITA

Ongkos Bongkar Tak Manusiawi, DPRD Desak Penundaan

Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal memediasi antara pertemuan warga, PT KAI dan Pemkot Tegal. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)
Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal memediasi antara pertemuan warga, PT KAI dan Pemkot Tegal. (suaramerdeka.com/Wawan Hudiyanto)

TEGAL, suaramerdeka.com - DPRD Kota Tegal meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunda rencana pembongkaran puluhan rumah warga di tiga RT RW VII Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Selain itu ongkos bongkar dinilai kurang manusiawi.

"Kami meminta PT KAI menunda pembongkaran sebelum ada solusi bagi semua pihak," tegas Ketua DPRD sementara, Edy Suripno, saat DPRD menggelar rapat mediasi antara Pemkot Tegal, PT KAI dan perwakilan warga, Senin (16/9).

Menurut dia, pihaknya berharap sebelum ada solusi manusiwi dan prospektif untuk masyarakat pembongkaran harus ditunda. Sebab, keputusan pembongkaran dinilai masih sepihak dari PT KAI dan belum melibatkan Pemerintah Daerah.

"Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Tegal, sehingga ada solusi terbaik terkait persoalan ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang karena pihaknya akan berupaya mencarikan solusi yang terbaik," katanya.

Wakil Ketua DPRD sementara, Habib Ali Zaenal Abidin menambahkan, pihaknya berharap PT KAI dapat meninjau kembali terutama terkait ganti ongkos bongkar yang dinilai tidak manusiawi. "Apabila memang keputusan sudah ada aturan, maka bisa dicarikan celah lainnya. Misalnya, dengan memberikan bantuan kepada warga terdampak yang diambil dari CSR," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya juga pernah menjembatani permasalahan serupa saat ada proyek double track. Pada saat itu, ganti rugi yang diberikan cukup manusiawi, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan tempat baru.

Sementara perwakilan PT KAI Daop IV, Aldila Yoga mengatakan, untuk besaran ganti rugi sudah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direksi. Meskipun demikian, pihaknya akan menyampaikan hasil rapat kepada pimpinan terlebih dahulu. "Hasil rapat ini akan saya sampaikan kepada pimpinan terlebih dahulu," pungkasnya.


(Wawan Hudiyanto/CN40/SM Network)